Tuesday, 2 March 2010

Beberapa tips untuk menjalani hari-hari kita dengan lebih baik:
  1. Pikirkan hal-hal yang baik sebelum tidur
  2. Katakan pada diri kita bahwa hari ini adalah hari yang baik
  3. Bangun lebih pagi beberapa menit dari biasanya
  4. Jangan persulit masalah apapun
  5. Buatlah to-do-list untuk sepanjang hari ini
  6. Carilah inspirasi yang membuat kita merasa lebih baik
  7. Sarapan yang sehat
  8. Lakukan stretching di pagi hari
  9. Jaga kesehatan dan penampilan
  10. Hormati diri kita, katakan hal-hal yang baik tentang diri kita
  11. Bersikap positif sepanjang hari
  12. Usahakan sering tersenyum
  13. Jangan terlalu reaktif untuk hal-hal negatif
  14. Hitung sampai 10 sebelum kita marah-marah
  15. Berpikir dulu sebelum bertindak
  16. Gak usah terlalu serius
  17. Berikan perhatian kepada orang-orang di sekitar kita
  18. Ambil sudut pandang positif terhadap situasi di sekitar kita
  19. Hormatilah orang lain
  20. Pergunakan waktu dengan bijaksana
  21. Beristirahatlah sesekali
  22. Bersikaplah dewasa dalam menghadapi segala sesuatu
  23. Banyak-banyak tertawa :)
  24. Dengarkan saran/masukan dari orang lain
  25. Perbanyak makan buah
  26. Selalu lakukan yang terbaik
  27. Jangan berlarut-larut dalam kesedihan
  28. Jauhilah orang-orang yang membawa pengaruh negatif
  29. Bersikaplah sopan dan baik hati
  30. Bangunlah persahabatan
  31. Hati-hati dalam bertutur kata
  32. Syukuri apa yang ada
  33. Pergunakan energi kita dengan bijaksana
  34. Olahraga
  35. Pakailah sepatu yang nyaman
  36. Perbanyak minum air putih
  37. Jangan makan sembarangan
  38. Jangan kebanyakan minum kopi
  39. Beri reward pada diri kita setiap kita berhasil melakukan sesuatu
  40. Sebelum pulang, buatlah to-do-list untuk besok
  41. Gunakan waktu yang ada bersama orang-orang yang kita sayang
  42. Keep in touch dengan keluarga dan sahabat
  43. Milikilah hobi
  44. Jangan menyesali masa lalu, berpikirlah untuk masa depan
  45. Buatlah catatan harian
  46. Mandilah dengan santai 
  47. Persiapkan apa yang kita butuhkan besok sebelum tidur
  48. Baca buku atau dengarkan musik lembut pengantar tidur
  49. Bercintalah (khusus bagi yang sudah berkeluarga) :p
  50. Jangan bergadang
Terjemahan bebas dari DumbLittleMan: 50 Ways You Can Create a Better Day. Ada yang mau menambahkan? Have a blessed day! :)

Sunday, 10 January 2010

"Vacation is what you take when you can't take what you've been taking any longer."

Setelah beberapa bulan bekerja ekstra, akhirnya liburan akhir tahun yang ditunggu-tunggu tiba. Beruntung, saya mendapat libur dari kantor selama 4 hari kerja, sehingga totalnya saya bisa beristirahat selama 10 hari, 25/12 - 3/1. Pada kesempatan itu saya sempatkan diri untuk berlibur selama 3 hari di Solo dan Jogja, tempat kelahiran dan kota di mana saya menghabiskan masa kecil.



Berangkat seorang diri dari stasiun Bandung (Senin 28/12) jam 8 malam, saya menghabiskan malam itu di dalam kereta api Lodaya. Di masa liburan akhir tahun seperti itu, harga tiket ternyata sangat tergantung hari keberangkatan, tidak peduli itu untuk kelas dan jurusan yang sama. Sembilan jam kemudian tibalah saya di stasiun Solo Balapan.. jadi inget lagunya Didi Kempotning setasiun balapan, kuto solo sing dadi kenangan, kowe karo akuuu.. halah.. XD

Friday, 11 December 2009

Ah, hampir saja saya lupa punya blog :). September sampai Desember adalah bulan-bulan paling sibuk bagi tim saya di kantor, sebut saja masa development. Empat bulan ini kami sedang mengerjakan suatu produk untuk dipasarkan mulai awal tahun depan. Produk ini bukanlah produk inovasi baru. Namun tiap tahun selalu saja ada improvement untuk mengurangi material cost sambil tetap mempertahankan atau malah meningkatkan kualitas. Terdengar kontradiktif, but that is the challenge.



Grafik di atas menggambarkan load kerja saya selama bekerja di kantor ini. Sumbu X menyatakan bulan ke berapa dihitung sejak saya mulai bekerja dan sumbu Y menyatakan load kerja. Pada mulanya (1-3), rata-rata saya sudah pulang ke rumah sekitar jam 8 malam, serta jarang bekerja di akhir pekan. Tapi saat ini, bisa Anda bayangkan dari grafik di atas. fiuh..

Di kantor ini saya menemui rekan-rekan yang bekerja secara "go for extra mile". Mereka adalah tipe-tipe pekerja keras, smart & hard worker. Salah satu ciri-ciri orang yang "go for extra mile" yang saya perhatikan, mereka rela bekerja overtime bukan sekedar untuk meningkatkan saldo tabungan karena "argo"-nya jalan terus, tetapi karena merasa bertanggung jawab atas project yang sedang dikerjaan. Jadi, tak heran kalau mereka pasti "rela" overtime tak dibayar, jika sudah dihadapkan dengan deadline. Kalau di kantor saya, contoh praktisnya, mereka pasti pernah "rela" pulang lewat tengah malam, entah jam 1, 2, atau 5 pagi. Bahkan bos expat saya pun pernah menginap di kantor :|.  ♫ papa gak pulang beibeh..

Poin penting di sini bukanlah di jumlah waktu overtime, tetapi bagaimana usaha yang telah mereka lakukan untuk mencapai target yang telah ditetapkan. Mereka pastinya orang-orang yang memegang peranan penting selama masa development, dan tentu saja karier mereka pasti bagus asalkan manajemen perusahaan tidak bodoh. Semangat itulah yang perlu dicontoh, "go for extra mile", apapun bidang pekerjaan yang sedang kita jalani.

Mengutip Billy Boen, penulis buku "Young On Top",
Go For Extra Mile - Untuk selalu berusaha berbuat lebih dari yang diharapkan, jangan mudah puas dengan hasil yang telah kamu capai. Ketika kamu mampu melakukan hal ini, kamu akan berada di atas rata-rata kebanyakan orang.

Wish us luck.. :)

"Love your job but never fall in love with your company,
because you never know when the company stops loving you.
"
-- Narayana Murthy

Friday, 18 September 2009



[1]
Now Hollywood wants to make you think they know what love is. But I’m a tell you what true love is. Love is not what you see in the movies. Its not the ecstasy, its not what you see in that scene, you know what I mean? I’m telling you right now, true love is sacrifice. Love is thinking about others before you think about yourself, love is selfless not selfish. Love is God and God is love. Love is when you lay down your life for another, whether for your brother, your mother, your father or your sister, its even laying down your life for your enemies, that’s unthinkable, but think about that. Love is true. Think.

I’ll put you in front of me
So everybody can see
My love, this is my love

I know that I’ll be alright
As long as you are my guide
My love, this is my love

[2]
Love is patient, love is kind. It does not envy, it does not boast, it is not proud. It is not rude, it is not self-seeking, it is not easily angered, it keeps no record of wrongs. Love does not delight in evil but rejoices with the truth. It always protects, always trusts, always hopes, it always perseveres.
Love never fails. Love is everlasting, its eternal, it goes on and on, it goes beyond time, love is the only thing that will last when you die, but ask the question why? Do you have love?

I’ll put you in front of me
So everybody can see
My love, this is my love

I know that I’ll be alright
As long as you are my guide
My love, this is my love

[3]
There is no greater love than this than he who lays down his life for his friends. Now are you willing to lay down your life for your friends? You’re probably willing to lay down your life for your mother, your father, or your best friends, but are you willing to lay down your life for even those that hate you? I’m going to tell you who did that, the definition of love is Jesus Christ. He is love. The nails in his hands, the thorns in his brow, hanging on a cross for your sin my sins, that is LOVE he died for you and me while we still hated him, that is love. God is true love, and if you don’t know this love, now is the time to know, perfect love.

I’ll put you in front of me
So everybody can see
My love, this is my love

I know that I’ll be alright
As long as you are my guide
My love, this is my love

"LOVE" by Jaeson Ma..
Nice video.. Nice message.. :)

Friday, 4 September 2009

Beberapa waktu yang lalu saya membaca jurnal yang menarik dari American Psychological Association, berjudul "Monopoly Money: The Effect of Payment Coupling and Form on Spending Behavior". Jurnal ini ditulis oleh Priya Raghubir dan Joydeep Srivastava. Keduanya adalah profesor di bidang marketing. Melalui jurnal tersebut, mereka membuktikan bahwa semakin transparan suatu pembayaran (misalnya, membayar dengan uang tunai), maka semakin tinggi "pain of paying" si konsumen. "Pain of paying" adalah rasa tidak nyaman saat seseorang mengeluarkan sejumlah uang yang relatif besar.


Dalam jurnal ini, dituliskan bahwa mereka melakukan beberapa studi perbandingan. Pertama, membandingkan keinginan berbelanja dengan bentuk dan cara pembayaran yang berbeda: menggunakan kartu kredit dan pembayaran tunai. Kedua, membandingkan keinginan berbelanja dengan bentuk pembayarannya saja yang berbeda: menggunakan voucher belanja dan pembayaran tunai.

Dari hasil penelitian tersebut, disimpulkan bahwa: orang-orang cenderung untuk menghabiskan uang lebih banyak saat menggunakan kartu kredit atau voucher belanja dibandingkan jika harus membayar tunai untuk tujuan yang sama, termasuk di dalamnya barang-barang yang memang sering dibeli. Penggantian bentuk pembayaran ini menyebabkan uang menjadi lebih mudah dihabiskan, atau diberlakukan seperti halnya uang monopoli.

Dari studi ini kita bisa mengambil manfaatnya dari dua sudut pandang yang berbeda, yakni sebagai produsen  dan sebagai konsumen. Sebagai produsen, atau lebih tepatnya sebagai penjual, bisa didapatkan sebuah strategi baru untuk meningkatkan penjualan, antara lain: memasang logo kartu kredit/debit di tokonya, memberikan voucher belanja daripada potongan harga langsung, bekerja sama dengan bank untuk memberikan promo tertentu jika melakukan pembayaran dengan kartu kredit untuk barang-barang tertentu, melayani pembayaran secara transfer atau melalui e-banking, dsb. Intinya sih, membuat bentuk pembayaran oleh konsumen semakin tidak "transparan", bukan menggunakan uang tunai, tetapi menggunakan kartu kredit, kartu debit, voucher belanja, dsb, sehingga mengurangi "pain of paying" dan meningkatkan penjualan.

Sedangkan sebagai konsumen, tentunya harus lebih cermat lagi dalam menghadapi promo-promo yang ada di pasar. Kontrol penggunaan kartu kredit ataupun kartu debit harus dilakukan, setidaknya harus tahu berapa besar tagihan atau saldo sekarang sebelum digunakan untuk berbelanja. Dan tentunya, cara pandang terhadap bentuk pembayaran lain yang diberlakukan seperti uang monopoli harus dihilangkan.

Hm.. jadi kepingin main monopoli lagi.. :)

* Picture courtesy of worldofmonopoly.com