Saturday, 14 January 2012

Mencatat Keuangan Pribadi

Banyak orang ketika di akhir periode tertentu bertanya-tanya selama ini uangnya dipakai buat apa. Saya dulu termasuk orang seperti itu. Saat kuliah lumayan dapat pemasukan yang cukup untuk level mahasiswa, dari proyek, honor asisten dan lain-lain. Tapi begitu sudah lulus, yang tersisa di tabungan dan yang berwujud barang rasanya kok cuma segitu saja XD. Nah, sejak saat itu, saya mulai banyak membaca buku atau artikel tentang finansial, termasuk tentang keuangan pribadi.

Setelah melakukan "studi literatur" tersebut, bisa disimpulkan bahwa langkah pertama untuk mengelola keuangan pribadi adalah dengan mencatatnya. Awalnya memang sangat merepotkan, karena harus mengingat-ingat dan mencatat pengeluaran setiap hari sepanjang tahun. Tapi lama-kelamaan, jadi terbiasa dan tidak menjadi beban.

GnuCash - Free/OpenSource Accounting Software

Ada dua tools yang biasa saya gunakan, yaitu spreadsheet dan software finansial. Tujuan keduanya sama, yaitu untuk budgeting dan expense tracking.

Kalau menggunakan spreadsheet (baik Excel, maupun LibreOffice), biasanya lebih fleksibel karena kita bisa mengatur tampilannya sesuai selera. Menurut saya, komponen yang paling penting yang harus ada di spreadsheet tersebut adalah anggaran belanja dan klasifikasi pengeluaran. Terlampir di akhir artikel ini, link untuk mendownload template financial report yang saya buat beberapa tahun yang lalu, yang saya update tiap tahun. Kita tinggal memilih jenis pengeluaran dan mengisi jumlahnya, nanti akan muncul akumulasinya di tabel dan sheet lain. Sedangkan untuk mengetahui statistik harian, kita cukup mengisi formula SUM sederhana per hari.

Tool lainnya, yaitu software finansial. Ada banyak software finansial yang ada di luar sana, antara lain Quicken, Microsoft Money, dan GnuCash. Dan software finansial favorit saya adalah GnuCash. GnuCash merupakan software finansial yang open source dan tersedia di semua platform: Mac, Linux dan Windows. Sistem pembukuan di GnuCash juga sifatnya double-entry bookkeeping. Jadi, setiap transaksi itu akan dicatat ke dua atau lebih akun, kredit atau debit. Dengan demikian, seluruh transaksi akan tercatat konsisten, jumlah uang yang "keluar" sama dengan yang "masuk". Kita bahkan bisa mencatat semua aset, rekening, pemasukan dan semua investasi kita menggunakan GnuCash.

Nah, setelah kita punya catatan pengeluaran sepanjang bulan, dari situ kita bisa menetapkan anggaran belanja (budget) bulanan untuk masing-masing kategori. Misalnya, budget untuk belanja buku tiap bulan sekian, untuk makan sekian, dan seterusnya. Dari data tersebut, kita juga bisa mengetahui di bagian mana kita harus lebih berhemat lagi. Dan pastinya, bisa membantu kita untuk menghindari "besar pasak daripada tiang". Cheers! :)

Download Financial Report 2012 (xlsx), alternatif: xls
Download GnuCash
"DivitiƦ bona ancilla, pessima domina. Money is a good servant, a dangerous master." - Francis Bacon


Saturday, 31 December 2011

Kaleidoskop 2011

Di penghujung tahun, media-media massa biasanya menayangkan berbagai macam kaleidoskop. Ada kaleidoskop berita politik, berita ekonomi, berita olahraga, bahkan sampai kaleidoskop infotainment. Ada ulasan berita-berita yang menggembirakan, ada juga yang kurang menyenangkan. Sepertinya gak ada salahnya kalau seorang blogger ikut meramaikan akhir tahun dengan menulis post semacam kaleidoskop pribadi :)

Happy New Year 2012! (c) Mr Magoo ICU

Januari
Awal tahun 2011 saya punya "mainan" baru di kantor, namanya BeagleBoard. BeagleBoard itu single-board computer yang memakai system-on-a-chip OMAP3530 buatan Texas Instrument. Karena bukan project betulan, jadi belum sempat ngoprek banyak hal, cuma bikin graphic library kecil-kecilan, tapi lumayan bisa belajar lebih dalam lagi tentang embedded system :). Yang kurang oke di awal tahun 2011 adalah saya tidak bisa menepati janji ke @ramski2305 untuk NYE party di Seoul. Well, you were good on something and perhaps better than some, then you got more challenging task but less penny. Awkward enough, but that's life.. you can't always get what you want.


Saturday, 26 November 2011

Samsung: Lesson Learned

Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa pada tahun 1938, ada sebuah perusahaan di Korea yang membuat mie serta memperdagangkan sayuran, ikan dan buah-buahan. Meskipun sudah menjadi salah satu trading company terbesar saat itu, Lee Byung-chull, sang founder, tetap memperbesar usahanya sampai menjadi perusahaan yang sangat besar. Pada abad ke-21, perusahaan tersebut menjadi raksasa di berbagai industri, mulai dari elektronik, smartphone, semikonduktor, finance, chemical, entertainment, amusement park, otomotif, penerbangan, sampai pembuatan kapal besar. Dan kabarnya, grup perusahaan tersebut menjadi penyumbang ekspor terbesar (sekitar 20%) dari total ekspor Korea Selatan.

My first knowledge sharing seminar at SEIN. Newbie! XD

Think Smart. Work Hard.

Suatu hari, ketika makan siang di kantin, saya melihat video dokumentasi sejarah perusahaan di atas. Saat itu Korea baru saja mengalami perang saudara yang mengakibatkan kerugian yang sangat besar. Setelah perang usai, Lee mengembangkan usahanya di bidang tekstil dan gula, sebelum mulai fokus ke industri elektronik pada tahun 1969. Di video tersebut, diceritakan sejarah pengembangan Televisi dari TV hitam-putih, TV berwarna sampai menghasilkan LED 3D TV yang paling baik saat ini. Di video lainnya, ada sejarah pengembangan telefon seluler dari ponsel pertama yang diciptakannya sampai ponsel SGS yang laris di pasaran saat ini. Inti dari pemutaran video tersebut adalah untuk mengingatkan para engineer saat ini bahwa produk-produk unggulan tersebut bisa tercipta karena ada usaha kerja keras dari para engineer generasi sebelumnya. Kabarnya, engineer saat itu bekerja lebih dari 16 jam sehari untuk bisa menciptakan produk-produk tersebut demi bersaing dengan dominasi US dan Jepang di industri elektronika. Dan sekarang Samsung menjadi raksasa elektronika dunia. Hard work really matters.

Saya jadi ingat dengan Thomas Alva Edison, orang yang jenius yang sesuai dengan definisinya, talented person who has done all of his homework. Ada salah satu kutipannya yang kurang populer (sedikit gila!), yang mungkin diadopsi oleh beberapa perusahaan dengan work pace tinggi.
I owe my success to the fact that I never had a clock in my workroom. Seventy-five of us worked twenty hours every day and slept only four hours and thrived on it. — Thomas Alva Edison.

Work Smart. Think Hard. Build Trust.

Terakhir kali saya berkunjung ke headquarter, ada slogan yang menarik yang ditampilkan di monitor di dalam lift di gedung R4, "Think Hard, Work Smart, Build Trust". Setiap orang diharapkan untuk berpikir lebih keras (tidak hanya berpikir cerdas) dan bekerja lebih cerdas (tidak hanya bekerja keras). Work smart berarti tiap orang diharapkan bekerja dengan cara yang kreatif, berkonsentrasi pada pekerjaan yang berarti, supaya ada keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan. Think hard berarti tiap orang diharapkan menyumbangkan ide-ide kreatif (apalagi yang bisa dipatenkan) dan saling berbagi pengetahuan (knowledge sharing). Lalu, Build trust, hubungan kerja profesional itu didasari dengan trust yang dibentuk oleh setiap orang bahwa masing-masing akan mengerjakan bagiannya dengan baik.

Long story short, what I learned most from this Korean company is.. hard work really can beat talent (especially if talent doesn't work hard), just see how East Asian countries are running ahead European countries right now.

In the end, I thank Samsung for making me become a good engineer (I think XD). I really enjoy my time there working with international-class engineers to create world's best products. Hopefully, my new adventure here will also let me create best products with my freedom of creativity. Cheers! :)

PS: Draft tulisan ini sebenarnya sudah saya buat sejak lebih dari 2 bulan yang lalu, berbarengan dengan email bersubject "Thank You & Happy Chuseok / Have a Blessed Day".  Sayangnya, membuat tulisan testimonial perpisahan itu ternyata susah sekali buat saya XD haha.. Beginilah jadinya :p


Tuesday, 16 August 2011

TEDxJakarta 2011

Great minds discuss ideas. Not just any idea, but ideas that worth spreading. Great! That's one word to describe about TEDxJakarta last week. Saya mengenal TED beberapa tahun yang lalu, lalu mengetahui adanya TEDx di Jakarta sejak tahun lalu, tepatnya pada 5th TEDxJakarta di Umar Ismail Hall. It was great. Now it's greater. Hari Sabtu yang lalu, TEDxJakarta yang ketujuh digelar di JIS. Animo penggemar TED di tanah air untuk acara ini tampaknya sangat tinggi, terlihat dari 700an kursi yang fully-booked dalam waktu kurang dari 1 jam setelah registrasi dibuka. Pada TEDxJakarta kemarin ada 3 sesi dengan 9 pembicara utama, yang semuanya dirangkum dengan tema "The Journey to Return".

Jubing at TEDxJakarta 2011 | © falfi.strife

Session 1: The Golden Rule

Sesi ini dibuka dengan video yang memaparkan bahwa sebenarnya semua kepercayaan itu mengajarkan manusia bahwa segala sesuatu yang kita kehendaki supaya orang perbuat kepada kita, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Treat others as you would want them to treat you.


Sunday, 17 July 2011

Janji Lulusan ITB

Di acara arak-arakan wisuda kemarin, di depan boulevard kampus, sebelum massa himpunan perform, massa arak-arakan termasuk para wisudawan bersama-sama membaca "Ikrar Mahasiswa". Ada yang janggal di sini, para wisudawan ini kan sudah jadi alumni, bukan mahasiswa lagi, tapi kok malah berikrar *mahasiswa* :) Saya jadi teringat ketika upacara wisuda saya di Sabuga tiga tahun yang lalu. Saat itu kami membacakan "Janji Lulusan ITB". Inti pesan dalam janji tersebut tidak berbeda jauh dengan ikrar yang kemarin dibacakan. Saya kurang tahu apakah janji tersebut masih terus dibacakan pada prosesi wisuda tahun ini. Bagi para alumni, ada yang masih ingat janjinya kah? Semoga kita sama-sama menjadi alumni yang berbakti pada Tuhan, bangsa dan almamater! :)

--
Janji Lulusan ITB

Kami Segenap Lulusan
Institut Teknologi Bandung
Demi Ibu Pertiwi

Berjanji akan Mengabdikan Ilmu Pengetahuan
Bagi Kesejahteraan Bangsa Indonesia
Perikemanusiaan dan Perdamaian Dunia

Kami Berjanji akan Mengabdikan
Segala Kebajikan Ilmu Pengetahuan
untuk Menghantarkan Bangsa Indonesia
ke Pintu Gerbang Masyarakat Adil dan Makmur
yang Berdasarkan Pancasila

Kami Berjanji akan Tetap Setia
Kepada Watak Pembangunan Kesarjanaan Indonesia
dan Menjunjung Tinggi Susila Sarjana,
Kejujuran serta Keluhuran Ilmu Pengetahuan
di mana pun Kami Berada

Kami Berjanji akan Senantiasa Menjunjung Tinggi
Nama Baik Almamater Kami
Institut Teknologi Bandung

In Harmonia Progressio