Melukis di Kala Badai

pekan ini
badai musiman itu datang kembali
ku harus berjuang
bertahan menghadapi semua itu
dan ku pun terus berjuang

sampai di suatu senja
saat ku merasa lelah berjuang
terlintas di pikiranku
wajahmu dan senyummu
segarkan jiwaku

oh cantik
engkau sungguh cantik
membuatku tak berdaya
tuk terus memikirkanmu
di kala badai masih menerpa

badai itu sedikit mereda
dan pikiranku hanya terfokus padamu
pada senyumanmu yang manis
pada wajahmu yang elok
badai itu terasa tiada

ku ambil kanvasku
kuasku dan catku
ku mulai melukis dirimu
oh manis, dari pikiran ini
pada kanvas yang kumiliki

tanganku pun mulai bergoyang
melukis wajahmu
dan senyummu yang menawan
sambil kunikmati
badai sepoi-sepoi ini

ku tahu
badai ini belum berlalu
tapi lukisan ini
terlalu sayang tuk kutinggal
aku harus selesaikan lukisan ini

ku tahu
ku harus berjuang
hadapi badai ini
tapi tanganku dan pikiranku
hanya ingin melukismu saja

badai itu kembali membesar
aku berjuang tuk bertahan
dalam diriku
aku berpikir
aku harus bisa dan pasti bisa

aku tidak boleh menyerah
kan kubuktikan
aku seorang yang tangguh
yang bisa bertahan dalam badai
walaupun sambil melukis

kan kubuktikan
aku seorang yang tangguh
yang bisa membuat lukisan yang indah
di kala badai menerpa
ya, lukisan yang indah

badai itu mereda
dan ku selesaikan lukisan itu
wajahmu dan senyummu
dalam gaya klasik lukisanku
tampak anggun mempesona

aku pun bisa tersenyum
kala ku pandang lukisan dirimu
wajah dan senyummu
terlukis cantik di atas kanvasku
dalam gaya klasik lukisanku

sebuah gaya klasik
yang mencermikan keelokanmu
yang tak kunjung pudar
dimakan waktu
begitu juga perasaanku

badai itu datang kembali
aku pun berjuang tuk bertahan
semua pasti bisa kulalui
karena ku tak jalan sendiri
ada kamu dalam lukisanku

akhirnya badai itu pun berlalu
untuk kurun waktu yang cukup lama
cukup lama untuk kunikmati
lukisan dirimu yang selalu
sejukkan jiwaku

tiap pagi tiap siang
tiap sore tiap malam
selalu kupandangi lukisan itu
lukisan wajah dan senyummu
yang kulukis di kala badai

Tuhan, terima kasih
telah menghadirkannya di pikiranku
senyumnya yang menawan
wajahnya yang elok
diakah anugerah terindah dari-Mu


- anggriawan -

5 comments :

  1. ga tau kenapa ... beberapa hari terakhir ini gw ngerasa jadi lebih melankolis -_-' ... trus kepikiran bikin puisi ... btw, ini puisi pertama gw yang dipost di blog ini loh ^_^ ... semoga ada lagi yang berikut-berikutnya ;)

    ReplyDelete
  2. sapa yang loe lukis???emang loe bisa melukis???melukis atau mengedit photo??...terlalu banyak pertanyaan yah...

    hidup itu perlu perjuangan....tetaplah semangat sampai badai itu mereda dan kau mendapat pelangi itu bersinar dengan megah....

    lakukan apa yang harus kau lakukan buat dia, kejarlah impianmu, jangan pernah melihat ke belakang dan kembali mundur dan serahkan semuanya ama Tuhan....Gud luck bro...GBU

    ReplyDelete
  3. @anonymous(HendroLie):

    ini kan puisi gw .. jd terserah gw .. tokohnya mau bisa melukis apa kga ya terserah gw :p ... hehehe ;)

    btw, thx 4 d advice, bro ^_^

    ReplyDelete