Ngambek | Part 3 - Pay It Forward

prekuel:
Part 1 - Sahabat
Part 2 - Penyertaan


Jumat, 8 Desember 2006 - God will make a way

Sebelum hari ini, gw sebenernya sudah diingetin ortu untuk segera bawa motor gw ke bengkel. Tapi, karena gw masih sibuk (* artis, gitu loh :p *), gw gak bisa segera nurutin nasihat itu. Akhirnya gw berangkat ke kampus dengan motorku yang masih sangat mungkin bermasalah lagi itu. Kegiatan demi kegiatan telah dilalui dan sekarang saatnya pulang ke rumah. Setelah pd usher sore itu, gw rencananya pulang bareng Victor. Gw clearing di sekitar labtek dulu buat memastikan semua anak-anak usher sudah pulang, baru gw bisa pulang (*kebiasaan waktu oskm nih ^-^*). Saat gw lewat di sayap barat kampus, tiba-tiba mesin motor gw berhenti :(. Oh my God, kambuh lagi dah. Akhirnya gw dorong motorku sampai ke pos satpam. Pikir gw, mungkin businya basah dan untuk menunggu kering mungkin butuh waktu sekitar satu jam. Akhirnya gw tinggalkan di pos satpam dan gw pergi makan malam dulu. Setelah makan malam, gw balik lagi ke pos satpam. Gw coba menyalakan motor gw itu, dan ... "grung" ... (*bunyinya gak tepat seperti itu sih :p *). Hore ... motor gw nyala lagi padahal baru ditinggal kurang dari sejam. Dengan tenang, akhirnya gw bisa pulang ke rumah, pikirku saat itu.

Masalah besar itu datang saat gw naik ke jembatan Pasupati lewat pintu Tamansari, tepatnya setelah melewati percabangan Cihampelas (masih di atas Pasupati). Hwa..... T_T ... motorku mogok di atas jembatan Pasupati !!! Berkali-kali gw mencoba menyalakan mesin motorku, tapi semuanya sia-sia :(. Akhirnya dengan penuh rasa prasah, gw dorong juga motor itu, rencananya sih mau kudorong sampai bengkel terdekat atau mungkin sampai rumah ;(. Err.... it would be a very very long night T_T. Saat itu gw nyaris gila... kebayang ga sih... jalan nuntun motor dari Pasupati sampai Baros (Cimahi) T_T ??!! Cuuaaappeeekkk deeehhh ... :( Saat itu yang terlintas di pikiranku hanyalah sebuah lagu, "Slalu Bersamaku" ciptaan GMB.
Hanya Kau tempat ku berlindung
Hanya Engkau laguku dan kekuatanku
Ijinkanlah ku datang menyembah
Membawa syukurku

Sedalamnya hatiku Kau pun tahu
Dan kasih-Mu tak jauh dalam jiwaku
Di dalam kesesakan, di dalam kemenangan
Ku tahu Engkau slalu bersamaku

Malam itu gw bener-bener desperate (ga pake banget). Gw gak tau apa yang harus gw lakuin. Gw cuma berjalan dan terus berjalan sambil nyanyi lagu ini (daripada gw ketiduran sambil jalan, mendingan nyanyi2 sendiri kan ;p). Satu hal yang juga selalu di benakku adalah God will make a way. Ya, gw yakin Dia pasti kasi jalan.

(*Sekarang masuk ke bagian cerita yang mungkin gak pernah gw lupakan.*)
Malam itu, gw terus berjalan sampai beberapa meter. Tiba-tiba ada seseorang dengan motor Suzuki Thunder mengurangi lajunya di depanku. Trus, perlahan dia mundur dan nanyain gw. Gw awalnya mengira mungkin dia kenal gw atau anggota hmif juga 'coz malam itu gw pakai jaket hmif. Tapi ternyata enggak, gw sama sekali gak kenal orang itu. Trus, orang itu tanya-tanya, kira-kira begini ...

X (sori bgt, gw lupa namanya -_-") : "Mas, motornya kenapa? Mogok?"
A (gw) : "Iya, mas"
X : "Ya udah, saya tarik aja ya"
A : "oh..." (bengong ... masa' sih dia mau narikin)
X : "Rumahnya mana, mas ?"
A : "Cimahi"
X : "Cimahi nya di mana ?"
A : "Di Baros"
X : "Ya udah, saya antar sampai Cibabat saja ya, Mas."
A : "O.. ya udah gpp. Makasih ya, mas. Mas rumahnya di mana? Gpp nih narikin?"
X : "Saya di Jl. Pesantren. Santai aja, mas. Saya juga pernah mogok di sini, trus pernah ditarik sama orang juga."
A : "o..." (masih sedikit bengong juga)

Oh my God... what the ... (* i dunno wat 2 say*). But, I thank to God that He is so good to me. Orang itu akhirnya ngebantuin narik motor gw dengan seutas kabel yang diikat di belakang motornya, dan ujung yang lainnya gw pegang. Tangan gw cukup perih juga sih (beruntung, malam itu gw pakai sarung tangan), but it doesn't matter ... praise the Lord, gw gak jadi jalan kaki dari Pasupati sampai Cimahi :|.

Sampai di Cimindi (sudah dekat Cibabat), kabel yang gw pegang sempat terlepas gara-gara tangan gw ga kuat menahan kabel yang sangat menegang saat melewati jalanan yang rusak. Si mas X itu juga tidak sadar kalau gw tertinggal di belakang, jadi dia pergi begitu saja. Saat itu dalam hati gw berkata "Yah... cuma sampai di sini ya :(. Harus jalan berapa kilometer lagi nih. :(" Saat itu gw berpikir kalau orang itu gak akan kembali lagi, lagipula tempat itu sudah dekat dengan Cibabat. Ya sudah lah, toh dia sudah nolong aku sampai sejauh ini. hiks.. hiks...

Eh, beberapa menit kemudian, si mas X itu datang lagi. "Sori ya, ketinggalan. Saya antar sampai rumah aja deh." Gak tahu apa karena merasa bersalah sudah ninggalin gw atau dia berubah pikiran, tapi yang jelas gw bersyukur banget karena orang itu mau mengantar gw sampai ke rumah. Dan kami pun bergerak menuju ke rumah gw. Gw dengan satu tangan memegang stang motor dan tangan yang lain memegang kabel, bergerak dengan kecepatan 20 km/jam ditarik oleh mas X tersebut. Dan akhirnya tibalah gw di rumah dan gw berterima kasih banyak sama orang itu. Again and again, thanks to God. Sayangnya, gw belum sempat berbincang banyak sama orang itu. Orang itu buru-buru pergi lagi, mungkin karena sudah kemalaman dan dia harus segera istirahat 'coz besok harus kerja. See you :)

Kalau gw ingat-ingat lagi cerita ini, mungkin memang kurang masuk akal. Masa' sih di zaman seperti ini masih ada orang baik yang mau menolong orang yang baru ditemuinya di tengah jalan. But, it is true. Tuhan bisa menolong orang-orang yang berserah kepada-Nya melalui cara-cara yang (mungkin kita anggap) aneh, melalui orang-orang yang mungkin sama sekali di luar pikiran kita.

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. (Yeremia 29:11)

7 comments :

  1. praise God!

    begitula selalu, di saat-saat sulit Ia pasti akan mengutus seseorang untuk mengulurkan tangan membantumu...

    sekarang giliran lu ngebantu orang lain nggri.. :D GBU

    ReplyDelete
  2. gile, luar biasa...
    btw, jauh bgt ya ke cimahi, deket rumahnya sodara gw tuh...

    ReplyDelete
  3. iya nih...

    sempet kepikiran jg, gw harus bawa tali di motor gw :)

    biar sewaktu2 gw bisa nolong orang yg kendaraannya mogok juga -_-

    ReplyDelete
  4. jadi intinya adalah :
    tuh motor uda dibenerin ga ggri?
    sama aje kalo masi ngambek ntar mogok lagi...
    tapi senengnya luar biasa ga si, ketika kita kesusahan, ada yg ngebantuin?
    but, jauh lebih bersukacita ketika kita adalah orang yang ngebantu itu. (that's absolutely right!) :D
    Keep the XMas spirit! Smangat!

    ReplyDelete
  5. wah wahh... aplikasi teori 'pay it forward' di dunia nyata nih... indahnya dunia. (coba kalo semua orang bisa kaya' si om X itu yah?)

    pesan sponsor: coba tonton film 'pay it forward' deh. :)

    ReplyDelete
  6. Anggri,,kok aku jadi ingat cerita di Alkitab ya? Yang itu tu, perumpamaan Yesus tentang orang Samaria yang baik hati :)

    [Lukas 10:36-37] Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?". Jawab orang itu: "Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya." Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, dan perbuatlah demikian!"

    Jadi kita juga harus mau membantu orang yang kesusahan :)

    ReplyDelete
  7. @cathy:
    udah dibenerin kok ;)
    makanya hari sabtunya gw naek angkot ke kampus :)

    @roberto:
    "Pay It Forward" ya ??
    Yang cerita anak kecil itu bukan, sih ??
    Ntar cari2 di ril*ks deh ;)

    @abie:
    Kepikiran juga sih ...
    Apalagi kalo gw melihat faktor2 lain yg gak gw tulis di blog ...
    hm,,,

    ReplyDelete