Ekspresi Mencerminkan Nilai

Minggu ini semua nilai mata kuliah semester ini seharusnya sudah dipublikasikan. Sepertinya sudah menjadi pemandangan yang biasa di akhir semester, mahasiswa berkerumun di depan papan pengumuman untuk mencari tahu nilai-nilai mereka. Setelah itu, reaksi mereka pun bermacam-macam: ada yang tersenyum, tertawa, tanpa ekspresi, murung, atau marah. Biasanya sih reaksi itu mencerminkan nilai yang mereka peroleh.

Orang yang tersenyum biasanya mendapatkan nilai sesuai yang diharapkan, bisa A atau B, tergantung kerja kerasnya selama satu semester. Biasanya sambil bersyukur ke Tuhannya, "thanks God", "puji Tuhan", atau "alhamdulilah" tergantung kebiasaan masing-masing orang ^_^. Apalagi kalau nilai rata-rata teman-teman lainnya tidak seberuntung dia, biasanya tersenyumnya makin nyengir ;). Makin nyengir, makin beruntung :p

Orang yang tertawa biasanya karena nilai yang didapatnya lebih tinggi dari yang didapatkan. "Hahaha... gak nyangka... gw sehoki ini", \(^0^)'/ biasanya kata-katanya tidak jauh seperti itu (diucapkan dalam hati ataupun dengan mulut). Sebelum melihat nilainya, biasanya ia sudah memprediksi dengan seksama bahwa nilainya akan sekian, misalnya C, entah karena proses belajar yang kurang optimal atau karena 'kutukan'. Tapi, setelah melihat papan pengumuman, ternyata nilainya A atau B. Siapa sih yang gak akan ketawa bahagia ^3^ ?

Orang yang tanpa ekspresi biasanya karena ia telah menduga sebelumnya bahwa untuk mata kuliah itu nilainya pasti segitu. Nilainya biasanya berkisar antara B atau C. Biasanya, mata kuliah ini adalah mata kuliah yang dianggap membosankan, misalnya yang banyak sekali hafalan gak jelasnya seperti IFXX91 =p. Bisa juga 'kutukan' dari mata kuliah sejenis yang kembali menghantui di semester ini >_<'. Kalau memang terkena 'kutukan', sebaiknya di semester berikutnya harus segera melakukan 'ritual' penghilang 'kutukan'. Caranya, mandi kembang tujuh rupa selama tujuh hari tujuh malam ... heh, gak ding ini sih kutukan yang laen :p ... yang bener, ubah cara pandang terhadap mata kuliah sejenis, lalu kerja keras dan berdoa supaya gak 'terkutuk' lagi :).

Orang yang murung biasanya karena mendapatkan nilai yang kurang dari apa yang diharapkannya. Misalnya mata kuliah yang harusnya bisa dapat A, ia malah mendapatkan nilai B atau C. Atau, mungkin orang ini kurang optimal dalam belajar lalu hanya berharap agar bisa lulus, tapi nasib berkata lain sehingga ia terpaksa dipaksa mengulang karena dapat D atau E :(. Yang diperlukan orang seperti ini 'hanyalah' melupakan kegagalan, belajar dari kesalahan, dan kembali semangat untuk berusaha lebih baik ^_^.

Orang yang marah biasanya karena nilai yang didapat tidaklah sesuai dengan apa yang diharapkannya. "D*mn, kok cuma segini sih ... gw salah apa ?! >_< ..." Biasanya orang yang seperti ini sudah memprediksi dengan seksama bahwa nilainya akan ada di kisaran tertentu misalnya A atau B, tapi kenyataan di lapangan sungguh tragis misalnya hanya C atau malah D (T_T). Biasanya juga disertai timbulnya keinginan untuk membenturkan kepala ke kaca pengumuman sampai pecah, tapi untungnya tidak jadi karena sepersekian mili detik setelahnya langsung terlintas biaya untuk mengganti kaca yang pecah serta biaya, sakit dan malunya akibat jahitan di kepala :p. Akhirnya, yang timbul hanyalah umpatan, entah dalam hati ataupun di mulut, tergantung moral tiap-tiap orangnya :). Lalu, mulai agak menyalahkan dosen karena memberi nilai yang dianggap kurang sesuai. Selanjutnya, terserah Anda ;). Sebaiknya mulailah bersikap berani menerima kekalahan atau kenyataan. Memang susah sih, saya juga pernah mengalaminya (makanya sampai tahu keinginan membenturkan kepala tsb :p), tapi hal yang baik-baik sebaiknya dicoba kan :).

Beberapa ekspresi di atas hanyalah sedikit dari yang diketahui dan pernah saya alami. Apapun ekspresi yang disampaikan, hendaknya tetap menjaga perasaan orang di sekitarnya. Gak usah tertawa di hadapan orang-orang yang murung, gak usah juga misuh-misuh di hadapan orang yang gak misuh-misuh. Segalanya memang butuh IP, tapi IP bukan segalanya :). Kalau menurutku, yang penting sih IP masih di atas batas-batas tertentu, misalnya di atas 2.75, 3.00, atau 3.50, tergantung target untuk apa IP itu akan digunakan. Setuju tak ?

Nah sekarang, bagaimana ekspresi kamu ? Ada yang beda ?
I hope all of you are smiling now.

4 comments :

  1. Pengen nyengir ketika ngeliat nilai temen2 yang lain, tapi... jadi pengen nangis begitu inget nilai semester lalu. (OK, hiperbolis dikit gpp kan) :P

    Tapi akhirnya ya, tenang2 aja, karena sudah sesuai perkiraan. :)

    ReplyDelete
  2. Berto: dasar kamu jelek.. Kamu sebgi yang nggak ikut kuis AI dua kali karena ketiduran dan masih dikasih susulan dua"nya harusnya bersyukur.. Aku cuma sekali gak ikut karena opname seminggu dan tetep gak dikasih susulan dan karenanya dapet nol dan karenanya dapet C! Huh!
    Anggri : Dari ilustrasi diatas, Nggri.. perasaan nilai ku adalah : Kecewa dan merasa jadi korban ketidak adilan! >(

    Tapi karena target IPK sekedar diatas 3.00.... Yasudahlah.. (Hiks.)

    ~[sil]

    ReplyDelete
  3. Hm, emang sih, ekspresi wajah menunjukkan nilai.. Menunjukkan kita menerima atau nggak nilai itu.

    Nilai gak usah diomongin terlalu vulgar lah sama teman2, takutnya kesinggung ei.. betul tidak? Ada banyak kan orang sensitif di dunia ini.

    ReplyDelete
  4. @roberto:
    ciee... mentang2 semester lalu dapet 4.00 ya ^_^

    @sila:
    sabar ya, neng ... masih >3.00 kan ;)

    @bram:
    tergantung cara pandangnya sih ...
    bisa jadi lebih bersemangat, bisa malah jadi minder ...
    kembali ke point of view :)

    ReplyDelete