The Amazing Race Informatika (Part 3 - End)

Isi postingan di bawah ini memang dah basbang ... tapi, postingan bersambung sebelumnya harus segera diakhiri ... jadi maap yah, buat anak IF yang baca mungkin sangat membosankan ;| ... sebenernya pengen pasang foto narsis juga sih .. :p hehehe...

Makam? Waktu itu gw rada bingung aja, masa’ sih panitia mau main-main beginian di kuburan? Entah lah, yang penting sih gw dan yang lainnya enjoy aja di game ini :p. Tempatnya gak terlalu jauh dari mesjid agung itu, masih di sekitar Dalem Kaum. Sesampainya di spot ini (spot berapa ya? klo ga salah, 4 deh ^_^’), panitia yang bertugas di situ menjelaskan tentang itu makam siapa. Ow... ternyata itu makam pendiri kota Bandung, namanya ... hm... saya lupa ~_~". Nah, setelah lihat-lihat dan foto-foto sedikit (aneh aja sih, foto-foto kok di kuburan ;p), kita dapat amplop tantangannya. Setelah dibuka, ternyata berisi pertanyaan-pertanyaan seputar dunia perfilman. Pertanyaannya juga macam-macam, seperti nama rumah produksi, nama pemeran, soundman, dll. Untuk menyelesaikan tantangan ini, kami harus ke daerah Pasar Kembang (orang Bandung pasti tahu ini pusatnya apa :D), yang letaknya tidak jauh dari spot 4 itu, untuk mencari informasi seputar pertanyaan itu. Dan, semua pertanyaan itu terjawab dengan cepat sebelum batas waktu taruhan yang diajukan ^_^ (fyi, di spot ini ada waktu taruhan ... jika lewat dari waktu itu, poin akan dikurangi ... jika tidak, harus menunggu untuk menghabiskan waktunya).


Setelah istirahat 10 menit untuk jajan menahan rasa lapar karena belum sarapan, clue 5 pun dibuka. Sebuah peta! Gampang kok ;). Dilihat sekilas saja sudah tau, spot 5 ada di daerah mana. Kami pun langsung berjalan ke arah sana. Namun, di tengah perjalanan, salah satu anggota tim gw, Zamak, harus ”bongkar muatan” mungkin karena kebanyakan makan. Akhirnya, kami pun menunggunya selesai dari toilet selama beberapa menit, dan dilewati oleh beberapa tim ;(. (huh, harusnya ada nilai solidaritas nih ... pasti tim Tangos dapat poin banyak :p).

Akhirnya tiba juga di spot 5, di sekitar area pertokoan jalan Banceuy. Entah apa yang menarik dari spot ini, semuanya tampak biasa-biasa saja. Lalu, game yang diberikan panitia cukup sederhana, cari tahu tempat apa itu. Ooowwwhhh.... ternyata itu adalah tugu bung Karno, di sebelahnya ada sebuah ruangan tempat beliau pernah ditahan. Tujuh tahun di Bandung, gw baru tahu ternyata di sini toh tempatnya ^-^; Lalu, panitia menjelaskan panjang lebar mengenai tempat itu dan clue 6 pun dikeluarkan.

Clue 6 berupa chipertext dengan pergeseran 5 – 10. Bagi yang belum tahu, chipertext itu salah satu hasil dari enkripsi, caranya dengan menggeser huruf yang akan dirahasiakan. Contohnya, dengan pergeseran 1, maka kata "aduh" menjadi "bevi". Sayangnya, gw lupa bagaimana soal chipertext ini. Yang gw ingat, jawaban clue 6 ini adalah
JALAN DIPONEGORO NO 63 BANDUNG JAWA BARAT INDONESIA
Dan, sayang sekali, kelompok gw tidak bisa menjawab teka-teki ini dalam kurun waktu yang disediakan panitia ;(, coz' gw baru kepikiran kata ’Bandung’ setelah waktu habis, jadi kami gak dapat poin di game ini.

Setelah berhasil memecahkan clue 6 ini, kami langsung beranjak dari spot tersebut untuk mencari angkot yang menuju Jl. Diponegoro. Gw terus terang gak tau harus naik angkot apa dari Banceuy ke Diponegoro (naik kendaraan sendiri aja masih bingung koq ;p). Waktu itu sempat ditawari kendaraan pribadi sewaan yang bisa mengantar kami langsung ke tujuan. Namun, hal ini berisiko didiskualifikasi dari perlombaan karena mungkin melanggar peraturan. Akhirnya karena bingung mau naik angkot apa, kami berlima memutuskan untuk naik bus umum (Damri) saja -_-’. (* berpakaian batik, bawa tas, naik bus ... tampak aneh gtu deh *). Rasanya seru aja sih, bisa naik bus (* ini kali ketiga bagi gw lho, naik bus umum dalam kota Bandung ^-^ *) dalam permainan seperti ini. Kami sempat bertanya pada kondektur bus tersebut cara untuk menuju ke Jl. Diponegoro, dan katanya tinggal ganti satu kali angkot lagi. Bagus lah ... akhirnya kami berlima naik angkot cokelat (gw lupa jurusan apa) menuju spot 6, yang tadinya kami kira adalah di Gedung Sate. Setelah sampai di belokan Pusdai, beberapa di antara kami melihat tim-tim lain dan panitia sedang duduk-duduk beristirahat di salah satu pelataran di Pusdai. Kami langsung turun, lalu cepat-cepat ke tempat itu. Ternyata, Jl. Diponegoro no 63 bukan di Gedung Sate, tapi di Pusdai. Huh... untung saja, tadi melihat mereka ~_~. Dan, di sinilah perjalanan ini berakhir. Now, time for lunch ... \(^o^)”/


Setelah makan siang dan semua tim sudah datang (kasian loh, ada yang kesasar sampai mana-mana -_-’), diadakan game trivia menjawab pertanyaan. Sebenarnya sebelum game ini, sudah bisa diprediksi pemenangnya siapa saja, melihat peroleh poin di game pada tiap-tiap spot, dan itu bukan tim gw ;(. Tapi, ya sudah lah ... yang penting semua senang :). Nah, pertanyaan-pertanyaaan di game ini berkisar seputar kisah spot-spot yang telah dikunjungi. Yang aneh dari game ini adalah cara bermainnya. Jadi, si pemberi soal membacakan pertanyaannya, lalu memberikan tiga pilihan jawaban: A. xxx, B. yyy, C. zzz. Pertanyaan ini merupakan pertanyaan rebutan. Saat ada tim yang dipersilakan menjawab (jika seluruh anggota tim tersebut berdiri semua), pertanyaan dan pilihan jawaban berhenti juga dibacakan. Nah, kekonyolan mulai muncul saat pertanyaan selesai dibacakan, ada tim yang anggotanya berdiri semua untuk menjawab pertanyaan, tapi pilihan jawaban belum dibacakan. Tim tersebut mungkin bisa menjawab pertanyaan dengan benar. Namun, jawaban yang diminta panitia adalah jawaban A, B atau C, bukan hanya kata-kata jawabannya saja (gak bingung kan ;). Heheheheh.... permainan ini malah mirip permainan ahli ramal jawaban, bukan permainan mengolah pengetahuan =p.


Ok, selesai permainan ini, acara the amazing race informatika dilanjutkan dengan kunjungan ke Gedung Sate. Di spot terakhir ini, kami hanya melihat-lihat lingkungan dalam Gedung Sate, serta akhirnya acara penutupan dan pembagian hadiah di puncak Gedung Sate. Bangunan Gedung Sate itu masih sangat khas bangunan Belanda, dilihat dari gaya arsitekturnya, dll. Saat menuju ke puncak Gedung Sate, interior ruangannya benar-benar bagus. Aura Jawa Barat-nya pun lumayan terasa. Sesampainya di puncak Gedung Sate, ada sebuah ruang pertemuan untuk acara penutupan. Angin di luar ruangan itu pun cukup sepoi-sepoi menyejukkan, cukup untuk menutupi rasa lelah setelah setengah harian jalan-jalan. Gw suka dengan suasana di puncak Gedung Sate itu. Gw malah sampai menghayal di malam hari tempat itu bisa jadi kafe, lalu mungkin bisa jadi tempat yang romantis untuk memulai hubungan dengan seseorang :). Akankah terwujud? Susah juga sih kalau harus ‘nembak’ di Gedung Sate ...wkwkwk \(^o^)”/. Nah, tiba saatnya pembagian hadiah, dan tim gw memang bukanlah pemenangnya. Hadiahnya juga cukup sederhana, hanya makanan ringan dan voucher snack oleh BRT HMIF. Tapi, kesenjangan tampak pada sang juara 1, karena mereka mendapatkan berbagai hadiah menarik dari sponsor acara ini (T_T). Dibandingkan dengan juara 2 dan 3, nilai hadiah yang mereka dapatkan jelas berkali-kali lipat. Ya sudah lah, namanya juga permainan, ada yang menang dan ada yang kalah. Yang penting, semua senang dan menikmati ;). Acara penutupan selesai, kami meluangkan waktu sejenak untuk berfoto di lingkungan Gedung Sate, lalu pulang ke tujuan kami masing-masing.


Sekian tentang acara The Amazing Race Informatika .... Meskipun tampak sederhana, acara ini cukup bisa merefresh pikiran di penghujung liburan semester ganjil; sebagai bekal refreshing menghadapi semester 6 yang tampaknya sudah mengganggu jam tidur, jam main, jam pacaran, dll. Keep smiling ‘n smangat ^_^ !!


Nb: buat ketua HMIF yang baru, Iqbal, kami tunggu sekuel dari Amazing Race IF !! ^_^

2 comments :

  1. Makasih nggri uda diselesein ceritanya...basbang nih komen gw,,lama tak bekunjung sih:)

    ReplyDelete
  2. makasih juga komennya ...

    btw,
    dear, knalan dunkk... ^_^

    ReplyDelete