Konser Jazz

Minggu lalu saat gw, ditemani Michael, pergi ke Annex (Rektorat ITB) untuk meminta domain dan hosting lokal dari USDI, kami melihat poster tentang konser Jazz. Awalnya gw pikir itu poster Java Jazz yang diadakan di Jakarta awal bulan ini. Setelah Michael membaca poster itu, ternyata itu konser Jazz-nya “5-Essence Jazz Quintet” yang diadakan di Aula Barat ITB hari Rabu, 7 Maret 2007. Setelah ke USDI, kami jalan-jalan sebentar di seputar Annex dan akhirnya mendapatkan undangan konser itu :).

Oya, sedikit flashback, gw mulai tertarik dengan Jazz sejak kuliah di ITB. Sebelumnya, gw berpendapat bahwa Jazz itu musiknya orang malas karena jazz yang sering gw denger adalah jazz-sebelum-tidur seperti yang dibawakan Norah Jones :p. Lalu, sejak di ITB gw baru kenal dengan beberapa lagu, seperti “City Lights”-nya FPM , “Just the Two of Us”-nya Bill Withers, album “The Best Of”-nya Incognito, Brand New Heavies, gw baru sadar kalau lagu Jazz enak juga ^_^, khususnya Jazz yang beat-nya mantap seperti lagu-lagu di atas. Apalagi, salah satu band favorit gw, Maroon 5, juga ada sedikit unsur Jazz-nya, meski sudah dipadu dengan pop-rock. Karena itu, gw jadi suka Jazz (tapi tetep aja kurang suka sama jazz-sebelum-tidur >_<).

Kemarin setelah setengah hari yang cukup padat (berturut-turut kuliah, kunjungan ke redaksi getmeDia, lalu persekutuan doa stei), akhirnya bisa rileks sejenak menikmati musik Jazz instrumental bareng Ernes. Gw pikir sudah telat karena baru tiba di kampus lagi lewat dari pk. 19.30. Namun, ternyata acaranya diundur jadi pk. 20.00 - ditambah ngaret beberapa menit, mobilisasi ke dalam aula, pidato, dll - dan akhirnya baru dimulai pk. 20.30. Lalu, dimulailah pertunjukannya. Jazz yang dibawakan 5-Essence ini cukup menarik. Kelima pemainnya juga tampak sangat skilful ^-^ : John Hondrop (Hammond), Jan Wessels (trumpet), Jeroen Rol (trombone), Ruud Oiwejand (bass), dan Joost van Schaik (drums). Meskipun sebelumnya gw belum pernah dengerin 5-Essence (mp3nya juga gak ada :p), gw cukup menikmati musiknya, apalagi yang beat-nya mantap (secara musik favorit gw sebenarnya soft rock :). Di sesi 1 kemarin, 5-Essence membawakan 4 lagu (cmiiw). Dan yang paling gw suka adalah lagu ke-3 (keren lah!), sebelum lagu yang terinspirasi dari keroncong. Di lagu ini Jeroen sempat meminta penonton untuk berdiri dan nge-jazz-dance (?). Tapi, yang akhirnya berdiri dan nge-dance cuma 2 orang (sepasang), itu juga bukan orang Indo, dan sepertinya bukan anak ITB juga. Tadinya sih gw mau ikutan, tapi berhubung banyak kamera di mana-mana, gak jadi ah... (seleb gitu loh,,, ntar gosipnya cepat beredar ... hehehe .... =p). Menikmati tiap ketukan musiknya saja sudah cukup kok ^_^;

Sesi 1 berakhir pk. 21.30, dan karena lagi bersama seorang nona (yang jelas gak boleh pulang larut malam :), akhirnya segera meninggalkan Aula Barat. Uh, panitianya telat sih jadi kemaleman kan ... (nyalahin panitia, padahal sendirinya juga telat -_-;). Overall, pertunjukan kemarin not bad lah, gw kasi score 6.5/10 deh ... soalnya bukan tipe Jazz favorit gw :p. Btw, kapan ya, Incognito diundang ITB main di Bandung .... ^_^

Daripada musik metal, lebih baik musik Jazz.
(Seurieus)

6 comments :

  1. Hai,,comment yak saya stlh blogwalking dr mana2:)
    Saya ank ugm,kebeneran kampus,tepatnya fakultas saya lg ultah gt jd kmrn ada pertunjukan 5-essence jazz dr holland itu yg kamu tonton juga. Hmm,,das ist sehr gut!
    Keren ya! Mereka siy cerita abis dari jogja ini, bsk malam manggung di bandung. Kebeneran saya baca blogmu, ternyata di itb toh. Oooo..
    Kalo konser nya disini kagak ada yg nge-dance. Yg bikin heboh malah ciuman pipi kanan dari sang drummer cakep itu ke seorang penonton wanita, but sayangnya itu bukan saya,hehehe *ngarep*.
    Lho kok panjang yak?!hehe.

    ReplyDelete
  2. gileee anggri... di saat yang lain pada sibuk ngerjain tugas2, masih sempat2nya dikau ini untuk KENCAN. hahahaa...

    OK deh, teruskan perjuanganmu, nak! semoga berhasil dan tidak berakhir tragis seperti lagu cinta dan lukanya club 80s :D

    ReplyDelete
  3. heheh masih untung mereka dateng.. kan mereka sendiri bilang alesan telatnya..

    paginya pesawat yang mereka mau tumpangi kebakar. mau gimana lagi? masih untung mereka mau susah payah cari moda transportasi lain ke bandung, baru nyampe jam 7...

    btw, lodaya 'kan kereta api non-eksekutif?? waduh... ga kebayang deh bagi mereka, yang asalnya mau naik pesawat jadi naik itu!!

    ReplyDelete
  4. @debo:
    hai debo .. salam kenal ^^

    @roberto:
    apa sihhh, bert?? -_-'

    @apaan:
    ya..ya..ya.. untung lah, mereka selamat sampai tujuan :)

    ReplyDelete
  5. Wah mereka mau naik garuda itu po?
    Hmm,,emang pas denger kabar kecelakaan itu pagi2 saya langsung kepikiran mereka,secara korban kan banyak bule.Ya,kepikiran gt jdna,,hoho.Nightmare euy ngdngerin sirene yg berisik warawiri di deket kampus saya itu pas jam kita kuliah,dkt rumahsakit siy.
    Lodaya? Waduhh...

    ReplyDelete
  6. oot ...

    beritanya baru masuk web itb hari ini .. ^^'
    www.itb.ac.id/news/1483

    ReplyDelete