No More Night



The timeless theme, Earth and Heaven will pass away.
It’s not a dream, God will make all things new that day.
Gone is the curse from which I stumbled and fell.
Evil is banished to eternal hell.

No more night. No more pain.
No more tears. Never crying again.
And praises to the great "I AM."
We will live in the light of the risen Lamb.

See all around, now the nations bow down to sing.
The only sound is the praises to Christ, our King.
Slowly the names from the book are read.
I know the King, so there’s no need to dread.

No more night. No more pain.
No more tears. Never crying again.
And praises to the great "I AM."
We will live in the light of the risen Lamb.

See over there, there’s a mansion
oh, that’s prepared just for me,
Where I will live with my Savior eternally.

No more night. No more pain.
No more tears. Never crying again.
And praises to the great "I AM."
We will live in the light of the risen Lamb.

All praises to the great "I AM."
We’re gonna live in the light of the risen Lamb.

- Walt Harrah -

Hari Sabtu yang lalu gw menghadiri konser paduan suara yang diadakan di GII Dago. Home concert bertemakan “No More Night - Song For The Nation” ini berjalan cukup baik dalam dua sesi. Sesi pertama, Paduan Suara GII Dago dan Angelic Choir-nya membawakan lagu-lagu rohani dalam beberapa bahasa (Indonesia, Jawa, Mandarin, Batak, dan Inggris). Lagu nasional “Tanah Airku” juga ikut dikumandangkan (uh... sayangnya, gw belum datang pas lagu ini). Sesi pertama ini menggambarkan keberagaman bangsa Indonesia yang dipersatukan di dalam Tuhan, serta bersandar dan berdoa kepada Tuhan. Pada sesi kedua, ada juga penampilan paduan suara komisi wanitanya. Meskipun jumlah orangnya tidak banyak dibandingkan jumlah orang di paduan suara utamanya, lagu yang dibawakan cukup menenangkan jiwa. Lalu, di sesi ini paduan suara membawakan berbagai lagu rohani dalam beberapa bahasa juga, Indonesia, Inggris, Latin, dll (“Bwana Awabariki” itu bahasa apa ya ?). Sesi kedua ini menggambarkan sebuah kebangkitan dan sukacita karena ada janji dan pengharapan di dalam Tuhan.

Secara keseluruhan, konser ini berjalan cukup baik dan khidmat. Gak menyesal deh datang ke konser ini meskipun gw lagi gak enak badan dan harus datang sendirian karena harus mewawancarai calon asisten lab dari pagi sampai malam dan gak ada yang bisa diajak bareng ;-| (ya ampun... ganteng-ganteng datang konser sendirian :P.. duh, narsisnya kumat...). Eh, tapi datang sendirian ini ada positifnya juga loh, jadi bisa menikmati lagu yang dibawakan dengan sepenuhnya... gak perlu sambil mikirin mau ngobrol apa dengan teman barengan (apalagi kalau bareng cewek, ngerasa aneh aja kalau diam terus.. bisa-bisa dia mikir “nih cowok kok dingin banget, grogi ya deket saya”.. nah loh xP). Oya, di konser bertema “Song For The Nation” ini kok gak ada lagu “Doa Kami”-nya True Worshippers ya? Padahal, lagunya kan pas banget sebagai doa untuk bangsa Indonesia. ^_^’

Eh, ngomong-ngomong soal True Worshippers (TW), gw jadi ingat konser rohani mereka yang bertemakan “Undivided Night” hari Kamis minggu lalu di Sabuga. Meskipun sama-sama konser rohani, tapi suasana “No More Night” dan “Undivided Night” ini jauh berbeda. (Ya iya lah.. secara yang satu konser paduan suara, sedangkan yang lain konser yang full band -_-’). Sedikit cerita ah, waktu itu juga berangkat sendirian (duh, pathetic gini yak >_<’) setelah ngasistenin praktikum daspro, sambil ketar-ketir karena besoknya deadline tugas PPL (argh.. waktu beli tiket, gw memperkirakan bahwa deadline itu bukan keesokan harinya >_<). Konsernya mulai jam 6, tapi pk 5.30 gw beranjak dari labtek V (mentang-mentang tinggal ngesot nyampe nih .. :P). Sambil jalan cepat (1..2..3.. kiri..kiri..kiri..kanan..kiri..), gw sms-in beberapa teman biar nanti di dalam bisa menikmati konser barengan, dan ternyata mereka semua sudah di dalam :(. Sebelumnya, gw pernah perkirain hal ini mungkin terjadi, makanya pernah kepikiran buat beliin 1 tiket buat seseorang biar ada teman bareng kesana. Tapi, gw dah parno duluan pasti ditolak (karena malam itu juga ada suatu acara), gak jadi deh :). Ternyata waktu ngantri sendirian, ketemu seorang teman dan saat di dalam gw dan teman gw itu bisa dapat tempat di paling depan, persis di depan panggungnya, bareng teman gw lainnya yang tadi gw sms-in. Wow... praise the Lord, it’s so amazing experience.. that I could praise & worship Him in a great concert with my best friends. Dibuka dengan aksi DJ dengan house music dan lampu disko, suasana jadi cukup aneh karena penonton sudah lama menunggu aksi TW (bukan DJ ... :p) dari sore. 30 menit kemudian barulah TW keluar dengan “Shine Like Star” yang menggebrak dan berlanjut terus sampai lagu terakhir “Hatiku Percaya”. Fiuh... 2 jam rasanya kurang banget buat acara ini. Pulangnya, kembali ‘membantu’ tim PPL yang sedang menyelesaikan software “LiteReader” (Mobile XML Aggregator) kami.

Loh, kok malah lebih banyak ngomongin “Undivided Night” ya -_-’... OK, back to topic... Ada satu hal menarik yang gw dapatkan dari konser “No More Night”, mungkin berkaitan dengan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei kemarin (?). Adakah sumbangsihmu bagi bangsa ini? As JFK said,
Ask not what your country can do for you; ask what you can do for your country.”
Lalu, seberapakah sering kita mendoakan bangsa ini?
Semoga bisa menjadi refleksi kita bersama.

7 comments :

  1. Gri, aku jg ikutan konser TW loh sebenernya. Malah berangkat jam 5, tapi tetep aja dapetnya di bagian tengah..

    Tapi, praise the Lord udah bisa daten g dan praise Him sampe segitunya..

    Sayang kita ga ketemu.. ketemunya malah waktu di kosku waktu mau lanjut ngerjain lite reader.. hehehe

    ReplyDelete
  2. He3, berarti gw hoki bgt yak ;)

    Datang jam 6 kurang dikit, dapat tempat paling depan ^_^

    ReplyDelete
  3. gak bisa dateng.....

    gak bisa dateng.....

    meski dikasi makan gratis di Miyazaki....

    tapi nyesel....

    gak bisa dateng....

    ReplyDelete
  4. maaf, numpang promosi ya...! kl ingin menambah perbendaharaan teks lagu-lagu rohani (koor) bisa aja di ambil dari
    http://maradagv.multiply.com/journal/item/82
    atau
    http://maradahtgalung.blogspot.com/2009/04/daftar-lagu-ciptaan.html
    atau
    http://maradagv.wordpress.com/2008/11/23/daftar-lagu-ciptaan-b-marada-hutagalungsth/
    atau juga
    http://maradagv.wordpress.com/category/laguku/
    Mhn maaf, ga semuanya lagu rohani. Tapi kebanyakan lagu/koor rohani koq (hny ada 3 jenis lagu rohani berbahasa daerah batak toba), sisanya lagu biasa.
    Oh.., salam kenal.
    GBU

    ReplyDelete
  5. maaf, numpang promosi ya...! kl ingin menambah perbendaharaan teks lagu-lagu rohani (koor) bisa aja di ambil dari
    http://maradagv.multiply.com/journal/item/82atau
    http://maradahtgalung.blogspot.com/2009/04/daftar-lagu-ciptaan.htmlatau
    http://maradagv.wordpress.com/2008/11/23/daftar-lagu-ciptaan-b-marada-hutagalungsthatau juga
    http://maradagv.wordpress.com/category/lagukuMhn maaf, ga semuanya lagu rohani. Tapi kebanyakan lagu/koor rohani koq (hny ada 3 jenis lagu rohani berbahasa daerah batak toba), sisanya lagu biasa.
    Oh.., salam kenal.
    GBU

    ReplyDelete
  6. Hallow anggriawan...Hari Sabtu, 9 Mei 2009 GII Dago Choir akan mengadakan Malam Puji-Pujian dengan tema AWESOME GOD..undangan gratis dapat diperoleh di kantor gereja GII Dago ataw di meja informasi Lt.2 GII Dago pada hari minggu-nya. Kalo bisa, datang yah semoga puji-pujian yang dinyanyikan dapat menjadi berkat buat kita semua.
    GBU...


    -Nana-
    akoe_nana@yahoo.com

    ReplyDelete
  7. Regardless of your respective credit score, you will be
    able to secure a home financing with flexible terms payday Loans online on the other
    hand, unsecured type of the borrowed funds is absolutely collateral free.

    ReplyDelete