Di tingkat akhir perkuliahan, mahasiswa biasanya disuguhi dengan mata kuliah pilihan. Dengan adanya mata kuliah pilihan tersebut, mahasiswa bisa memilih mata kuliah sesuka hati sesuai motivasi masing-masing. Kuliah pilihan ini biasanya disediakan supaya mahasiswa bisa lebih menekuni bidang yang diminatinya, selain untuk menunjang pengerjaan Skripsi / Tugas Akhir mahasiswa tersebut. Namun, apakah motivasi mengambil suatu mata kuliah pilihan itu hanyalah minat? Oh, tentu tidak.. tentu saja ada bermacam-macam motivasi.
1. Sesuai minat
Gue suka, maka gue ambil kuliah itu. Memang hanya sesederhana itu, tapi segala sesuatu yang diawali dengan rasa suka/cinta biasanya berdampak positif. Orang-orang beridealisme tinggi biasanya mengambil kuliah pilihan dengan motivasi ini. Sekalipun mata kuliah yang diambil itu banyak tugas yang setiap saat bisa bikin mimisan, mahasiswa yang mengambilnya biasanya fine-fine saja dan mengerjakannya dengan riang gembira (tentunya sambil ngantongin obat mimisan, hehehe.. XD) Memang aneh sih, kalau sudah cinta :P (duile.. bahasanya cui..). Dan hasilnya, biasanya tidak mengecewakan dan lumayan bagus, seharusnya minimal dapat B ^_^. Kalau gagal ?? Ke laut aja sonoh... *peace ah ^_~*
2. Mendukung skripsi / tugas akhir
Kalau tugas akhir saya berkaitan tentang sistem pakar, pastinya saya akan mengambil kuliah sistem berbasis pengetahuan atau kuliah-kuliah lainnya yang berhubungan dengan kecerdasan buatan. Begitu juga jika mengambil topik tugas akhir lainnya, pasti akan mengambil mata kuliah yang berhubungan dengan tugas akhir tersebut. Tujuannya, tentu saja untuk menambah pengetahuan, selain memperpanjang daftar referensi tugas akhir :D. Bahkan, tidak mengambil mata kuliah yang mendukung tugas akhir bisa dianggap sebagai suatu blunder, kecuali karena suatu faktor X, misalnya dosen mata kuliah itu killer amit-amit-jabang-bayi yang punya hobi mengobral nilai E dan D. *Btw, saat draft tulisan ini dibuat saya pikir tidak ada dosen yang killer amit-amit seperti itu. Ternyata saya salah, ada juga yang mengobral 21 C, 10 D, 35 E dalam satu kelas yang berisi 86 mahasiswa.
3. Kebutuhan dunia kerja
Kamu sudah tahu setelah lulus kuliah akan bekerja di bidang apa. Atau, di suatu pagi yang cerah ketika kamu sedang asyik-asyiknya menjelajahi dunia maya, tiba-tiba kamu menemukan sebuah artikel menarik, seperti 12 keahlian IT yang dibutuhkan di dunia kerja. Nah, ada baiknya kamu mengambil mata kuliah yang bisa menjawab kebutuhan dunia kerja tersebut. Anggap saja mata kuliah itu sebagai investasi kamu untuk dunia kerja nanti. Kalau dihitung-hitung, cost-nya relatif lebih murah lho dibandingkan jika kelak harus ikut pelatihan atau seminar untuk topik tersebut. Haiya… kalo dah ngomongin kerja, pasti UUD (ujung-ujungnya duit)
4. Karena teman
Banyak dari teman-temanmu mengambil suatu mata kuliah. Ada kecengan yang mengambil kuliah pilihan tertentu. Atau, dijebak teman untuk mengambil kuliah tertentu (mungkin, kode mata kuliahnya dibohongin gitu). Ternyata tidak sedikit mahasiswa yang mengambil mata kuliah pilihan tertentu karena faktor teman-temannya. Saya pun pernah ikut mata kuliah pilihan yang bedol desa karena hampir semua teman-teman seangkatan mengambil kuliah tersebut, padahal ngerti kuliah itu akan belajar apaan saja tidak :|. Belakangan saya tahu ternyata itu tentang information retrieval dan apa kegunaannya =D.
5. Gampang dapat nilai A
Nah, motivasi ini biasanya agak “berlawanan” dengan motivasi pertama, yang sesuai minat. Bagi yang sesuai minat, biasanya berpedoman “Kuliah itu saatnya untuk mempelajari berbagai ilmu yang kita senangi, karena saat kerja nanti susah untuk mempelajari hal-hal yang disenangi (yang tidak berkaitan dengan pekerjaan).” Nah, kalau yang motivasi mengambil kuliah pilihannya karena gampang dapat nilai A, biasanya berpedoman “Ilmu itu bisa diperoleh di dunia kerja, tapi IP cuma bisa diperoleh di kuliah.” Tidak ada yang salah dengan kedua prinsip tersebut, semua tergantung kamu, apakah kamu seorang idealist atau realist ?
Hayoo.. motivasi kamu yang mana??
1. Sesuai minat
Gue suka, maka gue ambil kuliah itu. Memang hanya sesederhana itu, tapi segala sesuatu yang diawali dengan rasa suka/cinta biasanya berdampak positif. Orang-orang beridealisme tinggi biasanya mengambil kuliah pilihan dengan motivasi ini. Sekalipun mata kuliah yang diambil itu banyak tugas yang setiap saat bisa bikin mimisan, mahasiswa yang mengambilnya biasanya fine-fine saja dan mengerjakannya dengan riang gembira (tentunya sambil ngantongin obat mimisan, hehehe.. XD) Memang aneh sih, kalau sudah cinta :P (duile.. bahasanya cui..). Dan hasilnya, biasanya tidak mengecewakan dan lumayan bagus, seharusnya minimal dapat B ^_^. Kalau gagal ?? Ke laut aja sonoh... *peace ah ^_~*
2. Mendukung skripsi / tugas akhir
Kalau tugas akhir saya berkaitan tentang sistem pakar, pastinya saya akan mengambil kuliah sistem berbasis pengetahuan atau kuliah-kuliah lainnya yang berhubungan dengan kecerdasan buatan. Begitu juga jika mengambil topik tugas akhir lainnya, pasti akan mengambil mata kuliah yang berhubungan dengan tugas akhir tersebut. Tujuannya, tentu saja untuk menambah pengetahuan, selain memperpanjang daftar referensi tugas akhir :D. Bahkan, tidak mengambil mata kuliah yang mendukung tugas akhir bisa dianggap sebagai suatu blunder, kecuali karena suatu faktor X, misalnya dosen mata kuliah itu killer amit-amit-jabang-bayi yang punya hobi mengobral nilai E dan D. *Btw, saat draft tulisan ini dibuat saya pikir tidak ada dosen yang killer amit-amit seperti itu. Ternyata saya salah, ada juga yang mengobral 21 C, 10 D, 35 E dalam satu kelas yang berisi 86 mahasiswa.
3. Kebutuhan dunia kerja
Kamu sudah tahu setelah lulus kuliah akan bekerja di bidang apa. Atau, di suatu pagi yang cerah ketika kamu sedang asyik-asyiknya menjelajahi dunia maya, tiba-tiba kamu menemukan sebuah artikel menarik, seperti 12 keahlian IT yang dibutuhkan di dunia kerja. Nah, ada baiknya kamu mengambil mata kuliah yang bisa menjawab kebutuhan dunia kerja tersebut. Anggap saja mata kuliah itu sebagai investasi kamu untuk dunia kerja nanti. Kalau dihitung-hitung, cost-nya relatif lebih murah lho dibandingkan jika kelak harus ikut pelatihan atau seminar untuk topik tersebut. Haiya… kalo dah ngomongin kerja, pasti UUD (ujung-ujungnya duit)
4. Karena teman
Banyak dari teman-temanmu mengambil suatu mata kuliah. Ada kecengan yang mengambil kuliah pilihan tertentu. Atau, dijebak teman untuk mengambil kuliah tertentu (mungkin, kode mata kuliahnya dibohongin gitu). Ternyata tidak sedikit mahasiswa yang mengambil mata kuliah pilihan tertentu karena faktor teman-temannya. Saya pun pernah ikut mata kuliah pilihan yang bedol desa karena hampir semua teman-teman seangkatan mengambil kuliah tersebut, padahal ngerti kuliah itu akan belajar apaan saja tidak :|. Belakangan saya tahu ternyata itu tentang information retrieval dan apa kegunaannya =D.
5. Gampang dapat nilai A
Nah, motivasi ini biasanya agak “berlawanan” dengan motivasi pertama, yang sesuai minat. Bagi yang sesuai minat, biasanya berpedoman “Kuliah itu saatnya untuk mempelajari berbagai ilmu yang kita senangi, karena saat kerja nanti susah untuk mempelajari hal-hal yang disenangi (yang tidak berkaitan dengan pekerjaan).” Nah, kalau yang motivasi mengambil kuliah pilihannya karena gampang dapat nilai A, biasanya berpedoman “Ilmu itu bisa diperoleh di dunia kerja, tapi IP cuma bisa diperoleh di kuliah.” Tidak ada yang salah dengan kedua prinsip tersebut, semua tergantung kamu, apakah kamu seorang idealist atau realist ?
Hayoo.. motivasi kamu yang mana??
14 comments:
Thank you for leaving a comment :)