Pengalaman Gagal Imagine Cup

lunch break...

Sabtu, 12 April 2008, saat makan siang bersama teman-teman IF2004 di tengah-tengah break sidang LPJ HMIF, Ahmy memberi tahu bahwa Top 10 Software Design iCup sudah diumumkan. Saya cukup terkejut karena pengumuman ini 2 hari lebih cepat dari yang seharusnya. Saat saya tanya tim siapa saja yang lolos, tanpa ekspresi dia tidak memberi tahunya dan menyuruh saya untuk melihatnya sendiri. Makan siang pun berlanjut dan saya semakin semangat untuk menjalankan rencana malam itu, yakni koding sampai mampus, karena saya yakin tim kami bisa lolos Top 10. Ya, malam itu rencananya tim saya akan koding semalaman mengerjakan project iCup kami, EcoDrive!


flash back...

Sejak 2 tahun yang lalu saya memiliki cita-cita untuk bisa berkompetisi di Software Design iCup dunia. Rasanya pasti senang bisa jalan-jalan ke luar negeri gratis dengan bermodal sebuah karya masterpiece. Apalagi, wakil Indonesia pada kompetisi ini di 2 tahun terakhir adalah senior-senior kami dari IF ITB, hal ini tentu menambah semangat saya untuk 'wajib' lolos ronde dunia. Tahun lalu saya sempat diajak Zaky untuk mengikuti kompetisi tersebut, meskipun di tengah jalan dia memutuskan untuk membubarkan tim atas banyak pertimbangan. Lalu, tahun ini, dengan bertema lingkungan, kompetisi ini kembali menarik minat saya dan teman-teman IF seangkatan untuk unjuk gigi di tahun terakhir kami sebagai mahasiswa S1.

Dengan visi menjadi Top 5 di Paris, pertengahan tahun lalu saya mulai mengajak seorang teman yang fasih berbicara dalam bahasa Inggris dan Prancis untuk bergabung dengan tim saya. Lalu, di tengah jalan-jalan keliling Jakarta naik busway pada masa KP, saya memutuskan untuk bergabung dengan David dan Roland membentuk tim untuk mengikuti kompetisi ini. Berbagai ide kami coba kumpulkan untuk diangkat. Software apa yang bisa menciptakan lingkungan yang berkesinambungan adalah pertanyaan yang tidak mudah. Bahkan karena kelamaan stuck, saya sempat kehilangan visi tersebut di awal tahun ini. Keadaan ini pun semakin diperburuk dengan mundurnya salah satu anggota tim.

Setelah berdiam diri cukup lama, akhirnya visi itu datang lagi (meski saya akui tidak sejelas 6 bulan sebelumnya). Tim pun kembali lengkap setelah David mengajak Inge bergabung. Berbagai ide mulai dibukakan, dengan berbagai macam masalah dan tingkat kesulitan. Bahkan sampai H-1 pengumpulan proposal, kami belum memilih ide. Beuh.. aura "negatif"-ku pun bekerja (Deadliner in Action!™), dan jadilah sebuah proposal yang kami nilai sudah cukup bagus ^_~.

Kemudian, untuk memperkuat ide, kami menemui Bpk. DR. Iman K. Reksowardojo, pakar di bidang combustion engine and propulsion system, dan Ibu Driejana, Ph.D, pakar lingkungan. Senang berkenalan dengan beliau-beliau ini, yang juga aktif menjadi pengajar di ITB. Selain itu, kami juga banyak berbincang-bincang dengan beberapa mahasiswa teknik elektro, teknik mesin, dan teknik lingkungan yang sudah berpengalaman (juara LSI Contest, juara KRI, serta aktivis lingkungan). Koding pun merupakan tantangan yang menarik buat tim kami. Cukup bekal yang positif, kan.


speechless...

Selesai makan siang, saya hubungi David untuk melihat pengumuman Top 10. Dia pun berkata, tim kami tidak lolos!! Dan yang tak kalah mengejutkan, tidak ada satu pun tim IF04 yang lolos!! G4ruda (kami), ITGreens (Fitra cs), Rajawali (Yovan cs), Envirospace (Zaky cs), Hijau (Goppy cs) tumbang!! Semua terdiam... Seperti ada tanda tanya besar di atas setiap kepala kami, bingung memikirkan kenapa tim kami tidak lolos. Tidak ada transparansi penjurian, dan hal ini yang membuat semua orang frustasi penasaran. Bahkan sempat ada isu miring yang menggoncang harga diri tim kami yang sudah menerima kenyataan dengan lapang dada... Stop mikirin itu, saatnya hadapi kenyataan.


lesson learnt...

Huff.. berat rasanya cerita hal memalukan di atas, sampai-sampai saya teringat sebuah lagu berjudul "Loser Like Me" yang mungkin tidak ada kaitannya. Tapi, ada hal yang ingin saya bagikan di sini karena setiap kejadian pasti ada moral ceritanya.
  • Semangat mengalahkan segalanya.. yeah!
  • Kalau tidak siap gagal, jangan jadi deadliner.
  • Pertemuan intensif itu penting untuk kesatuan hati dan visi.
  • Fail to plan is plan to fail.
  • A leader must not lose his vision.

in the end...


Semoga yang terbaik yang maju ke ronde internasional. Semangat buat tim Antarmuka (Arief cs), Screaming Tree (Shieny cs), dan Sylala (Simon cs) !! Semoga ITB bisa kembali mengirimkan wakilnya di kancah internasional. Saya dukung kalian semua, terutama tim Screaming Tree yang berisi teman-teman asisten se-lab dengan saya. :D


anyway...

Hari Sabtu yang lalu banyak hal-hal yang tidak terduga selain berita kegagalan di ajang iCup. Sehari sebelumnya, saya keceplosan berbicara kepada dosen pembimbingan TA saya dan menjanjikan bab 4 (Perancangan) selesai pada hari Jumat ini, padahal sampai tulisan ini di-publish bab 3 (Analisis) pun masih belum selesai T_T, ampun bapak... Siang itu juga, setelah makan siang, ada berita bahwa proposal penelitian saya, Ahmy, Paul, Wisnu ("Pengembangan Distro Linux untuk Pendidikan di Indonesia (Studi Kasus ITB)" ) lolos 7 besar lomba karya ilmiah antar himpunan oleh Tanoto Foundation, makjang.. kabarnya kok baru keluar sekarang >_<. Jadi, harap maklum ya, kalau saat sidang LPJ kemarin emosi saya mungkin agak tidak stabil :P. Lalu, malamnya ada tawaran proyek dari teman gereja yang nilainya cukup WOW bagi seorang mahasiswa $_$. Sungguh suatu pertanda bahwa saya harus kembali ke "rutinitas normal" saya: TA, riset, dan proyek.


Have a nice day!

4 comments :

  1. makanya gausah ikut icup yg pake round nasional lah.. males, kayak kurang serius ato apa gitu..

    ReplyDelete
  2. kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda kk....

    maju terus !!!

    ReplyDelete
  3. Sehari sebelumnya, saya keceplosan berbicara kepada dosen pembimbingan TA saya dan menjanjikan bab 4 (Perancangan) selesai pada hari Jumat ini, padahal sampai tulisan ini di-publish bab 3 (Analisis) pun masih belum selesai T_T, ampun bapak...

    dasar anggri, janji2 manis sampe ke bapa dosen jugaa...

    huahahha...

    ReplyDelete
  4. @shieny:
    saia tidak bermaksud gitu ke pak dosen.. hehehe.. XD

    ReplyDelete