Pengalaman Trainer SSDK

A PERSON IS ONLY AS BIG AS THE DREAM THEY DARE TO LIVE

Kutipan di atas merupakan salah satu kalimat yang saya sampaikan di dalam training SSDK di kelas saya. Ya, hari ini saya mendapatkan kesempatan untuk menjadi trainer motivasi berjudul “STRATEGI SUKSES DI KAMPUS” (SSDK). Sejak tahun 2004, ITB selalu memberikan training motivasi kepada mahasiswa baru S1. Melalui training SSDK ini, mahasiswa baru diharapkan memiliki motivasi untuk belajar dengan giat demi mencapai cita-citanya.

Kebetulan saya pernah beberapa kali menjadi trainer di bidang IT, tahun ini sudah 2 kali, yaitu dalam rangkaian acara GCoE (Juni 2008) dan pelatihan “Web Programming” di Teknik Elektro Maranatha (Juli 2008). Namun, saya belum pernah menjadi trainer motivasi / motivator, karena itu saya berminat menjadi trainer SSDK. Untuk menjadi trainer SSDK, setiap calon trainer wajib mengikuti TFT (Training For Trainers) sebanyak 3 kali, dilatih oleh seorang motivator profesional, Arfiana Rafnialdi yang akrab disapa dengan panggilan Kang Arfi. Ada banyak ilmu baru yang saya peroleh dari Kang Arfi selama TFT ini, khususnya tentang bagaimana menguasai suasana pelatihan sehingga peserta bisa menangkap ide materi yang disampaikan. Saya harap ilmu ini bisa diterapkan juga di kegiatan cuap-cuap di depan umum lainnya, termasuk training/seminar IT (kalau ada tawaran lagi :).

Acara training SSDK hari ini berlangsung pada pk 13.00-17.00. Ya, saya harus ngemeng panjang lebar selama 4 jam, mulut bisa berbusa-busa tuh!! Awalnya, saya ragu bisa memanfaatkan waktu 4 jam itu seluruhnya, takut-takut baru jam 3 sore sudah habis materinya, 2 jam berikutnya saya ngapain dong? Konser tunggal?? Hahaha.. jangan sampai lah, bayarannya kurang :P. Ternyata oh ternyata, pada praktiknya saya malah agak kelebihan waktu, sampai-sampai mbak-mbak panitia INKM harus mengetuk pintu beberapa kali mengingatkan bahwa waktu sudah selesai.. XD Mungkin karena saya keasyikan berbagi pengalaman hidup selama di kampus ya, jadi waktupun terasa berjalan dengan cepat, :D hehehe.. narsis tapi motivatif. :P

Ada 5 poin yang disampaikan pada pelatihan SSDK hari ini, yaitu:

1. Makna Sukses
Intinya, “SUCCESS IS A MINDSET”. Sukses itu tergantung definisi/parameter apa yang kita tetapkan untuk sukses itu sendiri, tentunya tiap orang bisa punya definisi/parameter yang berbeda-beda. Karena itu, sukses atau tidaknya seseorang hanya tergantung 2 oknum, orang itu sendiri dan TUHAN, bukan tergantung apa yang orang lain katakan. Dan saya tambahkan, sukses itu kalau kita hidup sesuai rancangan spesifik yang Pencipta kita telah tetapkan, terkait panggilan hidup masing-masing individu (purpose driven life ^ ^ hihihi...)

2. Dunia Kampus
Di sini saya banyak cerita tentang dunia kampus yang saya alami, yang mana tidak hanya berkaitan dengan hal-hal akademis saja. Ada tentang bagaimana biar eksis di organisasi, mengenal/dikenal banyak orang, mendapatkan uang sehingga bisa mandiri secara finansial, dan hal-hal menarik lainnya yang bisa dilakukan selagi mahasiswa :)

3. Membangun Cita-Cita
Tujuannya supaya peserta memikirkan mau jadi seperti apa di masa depan. “WITHOUT A VISION, THE PEOPLE PERISH”. Saya ceritakan 4 target yang pernah saya buat dan alasannya. Saya juga ceritakan salah satu mimpi saya ke depan, yakni menjadi Staf Ahli KPK di bidang IT. Lalu, peserta menuliskan targetnya selama di ITB, target 10 tahun, target 25 tahun, dan apa yang mau orang kenang tentang dirinya saat nanti meninggal dunia. Setelah itu, mereka menceritakannya ke teman di sebelahnya, bahkan beberapa di antaranya berani menyampaikan cita-citanya di depan kelas, cukup inspiring loh.. :)

4. Nilai dan Cita-Cita
Intinya, “OTAK SAJA TIDAK CUKUP, GUNAKAN JUGA HATI NURANI”, hati nurani untuk berintegritas menjaga nilai dalam menggapai cita-cita. Haha.. kata-kata ini pernah saya sampaikan di acara Pasta (Pagi Swasta) lho.. Entah kenapa, di bagian ini saya gak bisa membawakannya dengan santai ketawa-ketiwi, mungkin karena saya rasa ini ‘doktrin’ paling penting siang ini yah.. :D hehehe..

5. Manajemen Waktu
Diawali dengan cerita bagaimana hidup saya selama TPB yang teratur tapi salah arah, kebanyakan main game :P. Lalu, cerita bagaimana akhirnya sadar diri dan bisa mengatur waktu di tengah kesibukan. Sayangnya atau untungnya ya, saya tidak sempat bercerita tentang manajemen deadline andalan saya :P hahaha...

Hm,, semoga saja apa yang tadi sudah disampaikan bisa merema dan bermanfaat bagi setiap peserta. Jadi ingat kata-kata waktu TFT, “Yang terpenting bukanlah apa yang trainer sampaikan, tapi apa yang peserta dapatkan.” Hehe.. senang rasanya hari ini bertemu calon orang-orang sukses di masa depan :).

HAPPINESS IS HAVING DREAMS,
SUCCESS IS MAKING THOSE DREAMS COME TRUE.

7 comments :

  1. Wah senang nih. Gw jadi inget waktu tingkat 3 dulu jadi trainer SSDK. Harus ngemeng banyak, udah gitu sebenernya di kampus ga sukses-sukses amat. Hahaha..
    Btw, bisa sambil ngeceng juga kan? :D

    ReplyDelete
  2. kedengerannya keren gri.. hehe.. boleh jg kynya nti diceritain ke gw klo gw lg desperate.. hahahahaha.. betewe, ada yg bo2 ga tuh selama 4 jm itu?? ;p

    ReplyDelete
  3. @Brahmasta:
    haha.. iya, bisa sambil tebar pesona.. ^_~
    sayangnya, saya 'dilempar' ke FITB, yang mana jumlah mahasiswinya tidak banyak, gara-gara trainer STEI berlebih dan ada fakultas yang kekurangan trainer.. XD
    pengennya sih 'dilempar' ke SBM.. siapa tau ada yang bapaknya butuh manajer muda.. hahaha.. :P

    @Shieny:
    ada yang bobo donkk.. sampai-sampai gw harus pimpin senam gak jelas di depan kelas.. hahaha.. :))

    ReplyDelete
  4. jadi teringat masa2 SSDK...
    pengen jadi trainer jg haha :D

    ReplyDelete
  5. @Meliza:
    taun depan ikut aja.. ^_~

    ReplyDelete
  6. jucha.wordpress.com
    itu blognya....
    tapi isinya banyak yang ga penting......

    ReplyDelete
  7. Over the internet you could possibly get the sufficient amount through unemployed quick cash loan without depositing
    job proof, collateral uk payday loans you
    ought to fulfill a straightforward online form available around the website of the
    loan.

    ReplyDelete