First, I would like to greet you "Happy New Year". I hope this year all of you will be better than last year :).
Sebenarnya akhir tahun lalu saya ingin membagikan sepenggal cerita hidup saya di tahun 2008. Sayangnya, karena kesibukan yang lumayan menyita waktu saya tidak sempat menuliskannya. Dan sekarang akan sudah sangat telat kalau saya baru menuliskan kaleidoskop tersebut. Singkat cerita, tahun 2008 adalah tahun yang sangat spesial bagi saya. Mungkin puncak penyertaan Tuhan itu saat saya lulus dari kampus tercinta dengan beberapa pencapaian pribadi yang saya anggap luar biasa. Sola gracia.. Sungguh, semua itu hanya karena anugerah-Nya..
[1 Januari]
Tahun baru.. semangat baru, harapan baru. Semua orang memiliki resolusi sendiri-sendiri mau jadi seperti apa dirinya di tahun yang baru ini. Hari pertama di tahun 2009 ini saya hanya menghabiskan waktu di rumah, mungkin karena kelelahan saat merayakan malam tahun baru. Oya, seperti tahun-tahun sebelumnya, saya merayakan malam tahun baru yang lalu dengan sederhana, no party, no fireworks, and no girlfriend aside. Sudah tiga tahun ini saya merayakan malam pergantian tahun dengan mengikuti ibadah tutup tahun di gereja, untuk mengucap syukur dan terus berharap kepada Tuhan. Saya juga berdoa supaya di tahun 2009 ini ada damai di setiap hati manusia, sehingga tidak ada lagi perang seperti yang sekarang terjadi di belahan bumi lain yang sungguh menyedihkan.
Di ibadah tutup tahun tersebut pendeta saya menyampaikan tentang pentingnya pemberesan masalah masa lalu. Awalnya beliau menyampaikan tentang apa yang tidak dilakukan nabi Yosua terhadap kota Gaza, Gat, dan Asdod. Lalu beliau menyampaikan apa yang terjadi pada ketiga kota tersebut pada masa-masa selanjutnya sampai keadaan sekarang, antara lain munculnya Goliat, Delila, dan masalah lainnya dari kota-kota tersebut. Intinya, kalau ada masalah sekecil apapun di masa lalu yang tidak segera dibereskan, kelak masalah tersebut bisa muncul sebagai suatu masalah yang besar. Di akhir ibadah, ada sesi yang selalu ditunggu-tunggu, yakni pembagian ayat emas tahunan. Ayat emas ini bermacam-macam, masing-masing jemaat mendapatkan ayat yang berbeda-beda, ada yang penguatan, penghiburan, teguran, dll. Dan ayat yang saya dapatkan adalah: *censored*.. wow, dari tahun ke tahun rasanya semakin menantang.. ^^;
[2 Januari]
And this is my song of the day.. :')
[3 Januari]
Siang ini semuanya terasa begitu hampa.. Malamnya, sahabat saya, ko Heri, melangsungkan pernikahannya dengan Milka, kakak kelas saya waktu SMA. Ko Heri adalah pembimbing rohani saya di gereja, sekaligus sebagai figur teladan saya selama ini. Skillful & spiritful, dua kata yang terkesan pada hidupnya, yang mana saya ingin menirunya, termasuk di antaranya mandiri finansial sejak kuliah, serta mapan dan mandiri sebelum memasuki dunia rumah tangga. Puji Tuhan, untuk urusan pertama saya bisa mengikuti jejaknya :), yang kedua.. hm.. biarlah sang waktu yang akan menjawabnya :). Semoga rumah tangga mereka diberkati Tuhan dengan luar biasa. Btw, ternyata aneh juga kalau datang ke acara resepsi pernikahan tanpa membawa pasangan ;D hehe..
Yep, sekian penggalan kisah saya di awal tahun baru ini, seru ya.. ^ ^;
Baiklah kita bersyukur bukan hanya untuk apa yang telah kita lalui, tetapi juga untuk semua hal yang akan kita alami.
Saturday, 3 January 2009
What A New Year
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
6 comments:
Thank you for leaving a comment :)