Rich Dad Poor Dad

There are two sides to every coin. Maksud pepatah Inggris tersebut adalah segala sesuatu bisa diartikan secara berbeda tergantung sudut pandang yang diambil. Dalam menghadapi berbagai situasi kehidupan, seringkali kita memandang situasi tersebut dari satu sudut pandang saja. Padahal, jika kita mau mencoba untuk melihatnya dari sisi yang lain, kita akan merasakan hal yang berbeda. Hal ini berlaku untuk berbagai hal tanpa terhalang batasan ruang dan waktu.


Dan ternyata hal itu juga berlaku untuk buku-buku best-seller juga... XD. Pantas saja, ketika (akhirnya) saya membaca ketiga buku seri Rich Dad, ada beberapa hal yang janggal secara rasional. Jadi, tidaklah salah kalau saya (atau pembaca lainnya) tidak perlu setuju sepenuhnya, baik terhadap tulisan Kiyosaki melalui seri buku fiksi nya tersebut, maupun tanggapan John T. Reed yang terlalu membabi-buta. Toh, keduanya juga tidak 100% benar. Untungnya, masih ada pesan positif yang bisa kita dapat dari kedua tulisan itu :).

Selamat membaca... ^_^

6 comments :

  1. Pesan positif, walaupun isinya dusta? :)

    ReplyDelete
  2. @Lex: namanya juga novel fiksi, terserah maunya si penulis saja.. jadi, kita tidak bisa men-judge-nya sebagai suatu dusta..

    lagipula, (maaf,) bukankah dari sampah pun kita masih bisa mendapatkan manfaat.. akhirnya, kembali ke soal point of view.. :)

    ReplyDelete
  3. entah kenapa bukunya kiyosaki isinya sama2 semua esensinya....

    ReplyDelete
  4. @petra: mungkin "cuma" itu aja yang diketahuinya.. :D

    ReplyDelete
  5. waw, jadi pengen baca :D. ternyata buku beken itupun ada cacatnya. :D

    ReplyDelete
  6. @mandhut: cacat karena awalnya buku ini dikategorikan sebagai buku non-fiksi.. selain itu, ada beberapa nasihat finansial yang kelihatannya benar padahal salah.. :D

    ReplyDelete