Go For Extra Mile

Ah, hampir saja saya lupa punya blog :). September sampai Desember adalah bulan-bulan paling sibuk bagi tim saya di kantor, sebut saja masa development. Empat bulan ini kami sedang mengerjakan suatu produk untuk dipasarkan mulai awal tahun depan. Produk ini bukanlah produk inovasi baru. Namun tiap tahun selalu saja ada improvement untuk mengurangi material cost sambil tetap mempertahankan atau malah meningkatkan kualitas. Terdengar kontradiktif, but that is the challenge.



Grafik di atas menggambarkan load kerja saya selama bekerja di kantor ini. Sumbu X menyatakan bulan ke berapa dihitung sejak saya mulai bekerja dan sumbu Y menyatakan load kerja. Pada mulanya (1-3), rata-rata saya sudah pulang ke rumah sekitar jam 8 malam, serta jarang bekerja di akhir pekan. Tapi saat ini, bisa Anda bayangkan dari grafik di atas. fiuh..

Di kantor ini saya menemui rekan-rekan yang bekerja secara "go for extra mile". Mereka adalah tipe-tipe pekerja keras, smart & hard worker. Salah satu ciri-ciri orang yang "go for extra mile" yang saya perhatikan, mereka rela bekerja overtime bukan sekedar untuk meningkatkan saldo tabungan karena "argo"-nya jalan terus, tetapi karena merasa bertanggung jawab atas project yang sedang dikerjaan. Jadi, tak heran kalau mereka pasti "rela" overtime tak dibayar, jika sudah dihadapkan dengan deadline. Kalau di kantor saya, contoh praktisnya, mereka pasti pernah "rela" pulang lewat tengah malam, entah jam 1, 2, atau 5 pagi. Bahkan bos expat saya pun pernah menginap di kantor :|.  ♫ papa gak pulang beibeh..

Poin penting di sini bukanlah di jumlah waktu overtime, tetapi bagaimana usaha yang telah mereka lakukan untuk mencapai target yang telah ditetapkan. Mereka pastinya orang-orang yang memegang peranan penting selama masa development, dan tentu saja karier mereka pasti bagus asalkan manajemen perusahaan tidak bodoh. Semangat itulah yang perlu dicontoh, "go for extra mile", apapun bidang pekerjaan yang sedang kita jalani.

Mengutip Billy Boen, penulis buku "Young On Top",
Go For Extra Mile - Untuk selalu berusaha berbuat lebih dari yang diharapkan, jangan mudah puas dengan hasil yang telah kamu capai. Ketika kamu mampu melakukan hal ini, kamu akan berada di atas rata-rata kebanyakan orang.

Wish us luck.. :)

"Love your job but never fall in love with your company,
because you never know when the company stops loving you.
"
-- Narayana Murthy

13 comments :

  1. eh gue juga udah baca si young on top :D. hihihi. nice book :P

    ReplyDelete
  2. @mandhut: komenmu cepat sekali.. hahaha..
    yup, that's really a nice book.. unintentionally bought that book when i was looking for another one.. :D

    ReplyDelete
  3. "Love your job but never fall in love with your company,
    because you never know when the company stops loving you."

    Hehehe, kayaknya ini neh yang perlu diinget ^^

    ReplyDelete
  4. sampe bikin chart?? cakcek.. niat betul pekerja teladan satu inih >.<

    love the quote anyway ^^ semangat teruss... hidup jambull \(^o^)/

    ReplyDelete
  5. Waa...saya harus belajar banyak sama kk Anggri
    Nice post :) especially the quotes

    ReplyDelete
  6. keren banget quote nya kak,, saya jadi sangat terinspirasi nih hari ini,
    saya mahasiswa kak, dan beberapa bulan ini berkecimpun di organisasi, dan setelah sya lulus, saya harap daya juang saya dan teman2 dalam bekerja bisa sehebat kakak,, amien

    ReplyDelete
  7. ah..kak anggri...kalo aku ga mau ah punya suami yang tipe terlalu hard worker gitu..yang ga pulang karna pekerjaannya..
    pokoknya dia harus lebih bertanggung jawab sama keluarganya daripada pekerjaannya..
    i don't need your money, i need your presence!
    ihiiiy..
    "kids need you here, dear! come back home soon! anak2 mau main bola sama bapaknya, mau diajarin matematik sama bapaknya."

    ReplyDelete
  8. @dwihutapea:
    setuju.. keluarga itu harus lebih penting daripada pekerjaan.. mungkin karena itu juga, teman-temanku di tim developer di kantor masih single semua.. ^^;

    ReplyDelete
  9. kalo gw mah berprinsip kerja seefektif mungking...
    ga bakalan lembur kalo ga penting banget...
    toh, lembur juga kagak dibayar :p
    yang dinilai kan hasil kerjanya, bukan jam terbangnya...hehe...

    ReplyDelete
  10. ahahaha... nggri nggri...

    kok jadi curhat ujung2nya :P

    ReplyDelete
  11. Ha! gw bru sekali ini gri ke blog lu. Dan tulisan ini menyita perhatian gw. Aduhh.. sbg seorang employee, gw tertegur sekali!!! :D thanks a lot hehehehe

    Gw pernah denger, go for extra mile gini juga, "Kalo lu digaji sejuta lu harus bisa nunjukkin kualitas kerja orang yg digaji dua juta." (oh yaa?? wkwkwkwk)

    ReplyDelete
  12. @kacakaca: sayangnya beberapa perusahaan menilai/memvaluasi kinerja pegawainya bukan dari kualitas hasil kerja, tapi dari jam terbang.. :D

    @zakka: bukan curhat kok :)

    @uul: saya juga :)

    @christma: haha.. bagus juga tuh.. digaji 1 juta, kualitas 2 juta.. yg untung, perusahaannya dong?! :p

    ReplyDelete