May 22, 2011

Investasi Reksa Dana untuk Pemula

Akhir-akhir ini banyak perencana keuangan yang bergabung di jejaring sosial, sambil membagikan tips-tips keuangan. Salah satu yang cukup populer mereka "promosikan" adalah tentang investasi reksa dana. Saya sendiri sebenarnya baru tahu tentang reksa dana sekitar 1 tahun lalu. Itu pun awalnya karena penasaran dengan seluk-beluk pasar modal. Berikut ini saya mau share sedikit yang saya pelajari tentang reksa dana. Kalau ada yang keliru, mohon dikoreksi ya (terutama oleh yang expert di bidangnya :)


Definisi Reksa Dana
Reksa Dana (Mutual Fund) adalah wahana investasi yang sifatnya kolektif (menghimpun dana dari banyak orang) untuk dibelikan saham, obligasi, atau instrumen keuangan lainnya. Kalau kita baca di UU No. 8/1995 tentang Pasar Modal, sebenarnya ada 2 bentuk Reksa Dana: perseroan dan kontrak investasi kolektif. Tapi cuma satu yang populer di masyarakat, yaitu yang berbentuk kontrak investasi kolektif. Kontrak investasi kolektif adalah kontrak antara Manajer Investasi dan Bank Kustodian yang mengikat pemegang Unit Penyertaan.
  • Manajer Investasi (MI) = pengelola portofolio investasi kolektif
  • Bank Kustodian = pelaksana penitipan dana kolektif
  • Unit Penyertaan (UP) = unit yang diterbitkan reksa dana untuk menghimpun dana
Jadi, Reksa Dana (RD) menghimpun dana dengan menerbitkan Unit Penyertaan kepada masyarakat, lalu dana tersebut diinvestasikan pada berbagai jenis efek yang diperdagangkan di pasar modal dan di pasar uang.


Keuntungan Berinvestasi di Reksa Dana
  • Akses ke instrumen investasi yang mahal
    Contoh: untuk membeli saham, minimal jumlah pembelian harus 1 lot (500 lembar). Saham ASII (Astra International Tbk) saat ini harganya Rp 62 ribu per lembar, jadi sekali beli kita perlu uang sejumlah 500 x 62.000 = Rp 31 juta. Belum lagi kalau kita mau berinvestasi di obligasi, tentunya perlu jumlah uang yang lebih besar lagi. Nah, melalui RD, kita bisa berinvestasi pada instrumen tersebut dengan jumlah dana yang lebih kecil. Beberapa produk RD bahkan ada yang menawarkan batas minimal investasi Rp 100.000.
  • Diversifikasi
    Untuk suatu produk RD, MI yang mengelola RD tersebut akan menggunakan uang investor untuk membeli beberapa saham/obligasi/instrumen keuangan lainnya. Investor bisa mengetahui instrumen keuangan apa saja yang dipakai MI dengan membaca laporan tahunan yang diterbitkan MI tersebut. Dan biasanya, investor juga bisa mengetahui "top 3" instrumen melalui monthly fund fact sheet. Don't put all your eggs in one basket, right?
  • Likuid
    Selama bursa efek tidak libur, investor bisa melakukan transaksi, baik membeli maupun menjual UP, tidak seperti deposito berjangka.
  • High return
    Selama negara (ekonomi makro) tidak mengalami krisis finansial, profit yang bisa diberikan oleh RD (pada jangka waktu tertentu) pasti lebih tinggi dari nilai inflasi. Selain itu, dana investor juga dikelola oleh MI yang profesional, yang punya target kinerja di atas standar tertentu misalnya IHSG atau indeks sektoral.

Jenis-Jenis Reksa Dana
Berdasarkan portofolio investasinya, RD bisa dikategorikan 4 macam, terurut dari return (dan risiko) terendah ke tertinggi:
  • Reksa Dana Pasar Uang
    Alokasi investasinya pada efek utang jangka pendek (kurang dari 1 tahun), seperti surat utang jangka pendek dan deposito. Tingkat return-nya paling rendah, sedikit di atas bunga deposito.
  • Reksa Dana Pendapatan Tetap
    Minimal 80% dananya dialokasikan ke efek utang jangka panjang, seperti obligasi. Cocok untuk investasi jangka menengah (± 5 tahun), dengan return bisa mencapai 10% per tahun.
  • Reksa Dana Campuran
    Alokasinya dananya biasanya diseimbangkan antara efek utang dan saham. Cocok untuk investasi jangka menengah sampai panjang (5-10 tahun), dengan return bisa mencapai 15% per tahun.
  • Reksa Dana Saham
    Minimal 80% dananya dialokasikan ke saham. Cocok untuk investasi jangka panjang (lebih dari 10 tahun), dengan return bisa mencapai 20% per tahun.

Nilai Aktiva Bersih
Nilai Aktiva Bersih (NAB) atau Net Asset Value (NAV) adalah nilai total kekayaan bersih dari suatu reksa dana. Misalnya, ada sebuah fund manager melakukan penawaran umum perdana untuk produk reksa dana yang baru, sebut saja reksa dana XYZ. Reksa dana XYZ ini akan ditawarkan ke investor seharga Rp 1000 / unit (UP). Jika ternyata selama penawaran umum perdana, jumlah UP yang terjual adalah sebanyak 1 juta unit, maka dana yang berhasil terkumpul adalah sebesar Rp 1 miliar, ini adalah NAB atau NAV saat itu. Lalu, setelah uang sebesar Rp 1 miliar itu akan dibelikan efek oleh MI, ternyata 1 tahun kemudian nilainya bertambah menjadi Rp 2 miliar karena saham yang ada di portofolio reksa dana XYZ naik drastis semua. Akibatnya, NAB/UP reksa dana XYZ sekarang juga naik menjadi Rp 2000 / UP. Jika pada penawaran umum perdana, saya membeli unit reksa dana XYZ sebesar Rp 100.000, berarti saya punya 100 UP. Artinya, setahun kemudian, uang saya sebenarnya menjadi 100 x Rp 2000 = Rp 200.000. Profit investasi saya adalah sebesar 100 % / tahun (belum dipotong biaya).

Tips Memilih Reksa Dana
  • Sesuaikan dengan profil risiko Anda
    Setiap orang pasti memiliki profil risiko yang berbeda-beda. Ada yang konservatif, moderat, dan agresif. Investor yang profil risikonya konservatif, jika tahu NAB nya turun 5 %, pasti langsung berkeringat dingin dan susah tidur. Sebaliknya, investor agresif masih tenang-tenang saja meskipun NAB nya turun 10 %, misalkan karena fluktuasi harga saham. Di beberapa bank yang menjual unit RD, calon investor biasanya akan diberi sebuah assessment form yang akan menilai profil risiko si calon investor. Profil risiko ini menentukan jenis RD mana yang sebaiknya dipilih, apakah pasar uang, pendapatan tetap, campuran atau saham.
  • Reputasi Manajer Investasi
    Berinvestasi di RD itu ibarat kita menitipkan uang kita ke seseorang, lalu kita biarkan orang itu mengelola uang kita. Untuk itu, investor biasanya lebih merasa nyaman kalau "menitipkan" uangnya ke orang-orang yang reputasinya diakui baik oleh dunia finansial nasional, bahkan internasional. Nama-nama besar perusahaan pengelola reksa dana, baik yang berkelas internasional (BNP Paribas, Schroders) maupun kelas nasional (Panin, Danareksa), tentunya memberikan daya tarik bagi calon investor.
  • Kinerja Reksa Dana
    Cara termudah untuk memilih RD adalah dengan melihat tabel perbandingan return yang dihasilkan berbagai produk RD. Kita bisa memantaunya di harian Kontan atau Bisnis Indonesia atau situs Infovesta, yang mana datanya diupdate tiap hari. Pilih saja mana yang memberikan profit "paling baik" untuk 1-3 tahun terakhir. Meskipun demikan, kinerja masa lalu tidak selalu dapat dijadikan patokan bagi kinerja masa depan. Investor perlu mempelajar prospektus reksa dana, untuk mengetahui detail pengelolaan dana investasi, termasuk siapa saja manajer investasinya dan apa sasaran utama dari RD tersebut, misalnya untuk RD Saham apakah akan fokus ke saham bluechip, second liner, sektoral, syariah, gorengan, dll. Manajer investasi yang bonafit pasti mempublikasikan prospektus ini, sehingga investor bisa mendapatkannya dengan mudah. Selain prospektus, investor juga sebaiknya membaca monthly factsheet dan laporan tahunan untuk menilai kinerja suatu reksa dana.

Bagaimana Memulai Investasi RD?
  • Anda bisa datang ke bank yang menyediakan jasa investasi Reksa Dana, seperti Bank Commonwealth atau Bank Mandiri, atau bisa juga datang langsung ke kantor manajer investasinya, seperti Panin Sekuritas. Nanti Anda akan mendapatkan semacam rekening investasi, isinya: Anda punya RD xxx sejumlah yyy unit, dst. Jumlah minimum investasi beragam, tergantung perusahaan manajer investasi, mulai dari Rp 100.000 sampai Rp 1 juta.
  • Perhatikan biaya yang dikenakan untuk tiap transaksi. Ada RD yang dikenai biaya saat subscription (beli) saja, ada yang saat redemption (jual) saja, ada yang dua-duanya. Untuk produk RD yang sama, terkadang biaya transaksi melalui bank yang satu lebih murah daripada bank lainnya.
  • Pilih yang praktis. Beberapa investor cenderung memilih bank yang memberikan layanan e-banking untuk transaksi reksa dana. Investor lainnya mungkin lebih memilih bank yang dekat dengan kantor tempat ia bekerja.

Style Investasi Reksa Dana
Style / gaya yang dimaksud di sini adalah kapan waktu yang tepat untuk membeli dan menjual unit reksa dana. Hal ini terkait dengan fluktuasi harga unit reksa dana, khususnya reksa dana saham.
  • Dollar Cost Averaging (DCA)
    Investor dengan gaya DCA akan melakukan pembelian unit reksadana secara reguler. Dengan demikian, investor akan mendapat lebih banyak unit saat NAB turun, dan lebih sedikit unit saat NAB naik. Investor harus menentukan berapa banyak uang yang harus diinvestasikan (dalam jumlah tetap), berapa frekuensinya (misalnya, tiap bulan sekali), dan horizon waktunya (misalnya, selama 10 tahun). Di beberapa bank yang menawarkan jasa investasi reksa dana, mereka biasanya juga menawarkan program "auto-invest", jadi rekening nasabah akan dipotong secara reguler tiap bulan untuk diinvestasikan ke reksa dana. Banyak praktisi ekonomi yang berpendapat bahwa DCA ini adalah gaya investasi yang paling menguntungkan. Really? :)
  • Lump sum
    Dengan cara ini berarti investor akan menginvestasikan sejumlah besar uangnya dalam satu kali pembelian unit reksa dana. Hal ini dilakukan untuk meraih untung (capital gain) sebesar-besarnya. Salah satu cara yang paling ampuh dalam berinvestasi adalah lakukan lump sum sesaat setelah krisis finansial berakhir. But be careful, do not catch the falling knife.
  • Market timing
    Bagi mereka yang sudah memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai tentang pasar modal, salah satu kunci sukses mereka dalam berinvestasi adalah market timing. Banyak faktor yang harus dikuasai, antara lain analisis fundamental (kondisi makro ekonomi dan kondisi finansial target investasi) dan analisis teknikal (fluktuasi harga NAB/UP akibat gejolak pasar atau psikologi massa). Mungkin detailnya akan saya bahas lain kali :)

Demikian sharing saya mengenai investasi reksa dana untuk pemula. Jika ada pertanyaan, masukan atau koreksi, silakan Anda tulis sebagai comment. Semoga bermanfaat. Good luck!

"Rule No.1: Never lose money. Rule No.2: Never forget rule No.1."
- Warren Buffett


*photo courtesy of financefox.ca

50 comments:

  1. mantap tulisannya..
    ane biasanya cek di infovesta & dibandingin di http://goo.gl/0SHBr harusnya kenaikan di RD lebih tinggi dari di IHSG, bukan begitu ya gan?

    ReplyDelete
  2. @hananto: Thanks untuk komentarnya. Iya, kenaikan di RD biasanya lebih tinggi dari IHSG. Semakin besar selisih profit RD terhadap IHSG, berarti semakin jago manajer investasi di belakangnya :)

    ReplyDelete
  3. Kenapa DCA paling menguntungkan gan?!,slama ini ane masih pake cara lump sum,,
    lagian klo udh bisa pake gaya Market Timing,ngapain masih main di RD yaa?

    ReplyDelete
  4. Strategi DCA lebih cocok buat investor yang relatif masih awam. Jadi mereka bisa mengurangi risiko "salah harga" / membeli di saat harga terlalu mahal.

    Kalau 100% yakin bahwa market sedang uptrend/bullish, strategi lump sum jelas lebih baik.  Tapi ya, tidak ada orang yang bisa memprediksi (100% benar) nilai saham di masa depan kan ;)

    Bisa pakai gaya market timing tapi masih main di RD? Buat diferensiasi, gan! Don't put all your eggs in one basket.. :)

    ReplyDelete
  5. aku juga baru tahu pas bulan 4 kemaren dan (baru bakal) mw nyoba si reksa dana bulan depan..
    skarang masih ngumpulin info dulu, hihiii... :D

    ReplyDelete
  6. Sipp. Harus investasi ilmu dulu sebelum investasi uang beneran. Good luck! :)

    ReplyDelete
  7. Alief Maksum FebriantoJuly 1, 2011 at 12:34 PM

    Mantab :) Belajar banyak dari artikel ini dan yang bikin :D

    ReplyDelete
  8. Makasih buat share knowledge nya ttg RD. Saya blm pernah coba tp tertarik.biasanya untuk awam, modal awal yg dibutuhkan brpa yah? Dan bank mana saja yang ada?tHq

    ReplyDelete
  9. terima kasih infonya mas..sangat membantu.. ;)

    ReplyDelete
  10. klo mau mulai ikut RD sebaiknya ikut yang mana y?
    ridho1986@yahoo.com

    ReplyDelete
  11. Sama-sama. Senang bisa membantu :)

    ReplyDelete
  12. Silakan baca section "Tips Memilih Reksa Dana" di atas. Intinya sih, pilih yang sesuai profil risiko masing-masing pribadi, pilih manajer investasi yang berkualitas, dan pilih produk yang prospektus dan kinerjanya jelas :)

    ReplyDelete
  13. nice artikel.
    bang tanya ini, reksadana dalam kondisi ekonomi skrg sdg menungtungkan gak ya?
    mksh... 

    ReplyDelete
  14. kalau untuk long term di reksadana yang banyak main di blue chip, menurut saya, masih menguntungkan kok :)

    (disclaimer: on)

    ReplyDelete
  15. Salam Mas, mohon informasi buku acuan untuk metode metode ini sebagai bahan pertimbangan penulisan tesis.

    ReplyDelete
  16. hmm lumayan infonya...kebetulan mau latihan investasi di RD. kalo boleh tau, pak penulis inves RD via Bank apa ya? hehe

    ReplyDelete
  17. THANKS BANGET ARTIKEL NYA....MAO TANYA SEKALI LAGI.. BANK APA AJA YANG ADA REKSA DANA SYARIAH..

    ReplyDelete
  18. engkos hermawanMay 2, 2012 at 3:05 AM

    sya tertarik untuk bermain reksa dana, namun bagaimana ya , sebagai pemula, apakah perlu membuat rek di bank tertentu ? ataukah jika ingin main reksa dana harus inves tiap bulannnya ? secara  rutin . 

    ReplyDelete
  19. mungkin disediakan fundfact montly nya,biar lebih paraktis kita bacanya,umtuk liat obligasi yang dipasarkan gmn ya caranya,,,thankz zenie dicky rian rinjani

    ReplyDelete
  20. Ada beberapa ReksaDana Syariah yang lumayan populer, antara lain: Schroder Syariah, Mandiri Syariah, Manulife Syariah, PNM Syariah, dll. Silakan cari info selengkapnya di bank yang menyediakan jasa investasi ReksaDana :)

    ReplyDelete
  21. Tergantung tujuannya. Kalau untuk pemula yang ingin investasi jangka panjang, lebih baik invest tiap bulan secara rutin :)

    ReplyDelete
  22. Wah, fund fact sheet nya ada banyak dan semuanya available di situs masing-masing MI kok :)

    Untuk melihat obligasi yang dipasarkan juga bisa lihat di prospektus dan fund fact :)

    ReplyDelete
  23. kebetulan banget nih pak.. saya lagi ngumpulin info mengenai jenis-jenis investasi. Paaas nemu disini. Penjelasannya mudah dicerna. Untuk detilnya bisa tanya2 di ym juga kan yah? Makasih..

    ReplyDelete
  24. Trims tuk infonya pak, sebagai pemula sy tertarik invest di RD. sy ingin bertanya sedikit, semisal sy invest sbsar 40jt untuk tempo yg lama (kelak akan sy gunakan tuk biaya kuliah anak sy) apakah beresiko tinggi pak? trims tuk penjelasaanya.. salam...

    ReplyDelete
  25. semua investasi pasti ada risikonya.. tapi untuk horizon waktu yang panjang, reksadana saham bisa terasa lebih aman* :)

    ReplyDelete
  26. makasih mas untuk penjelasanya nih, lagi cari info tentang informasi reksadana jg sih

    ReplyDelete
  27.  trimz...infox bermanfaat bnget nih,

    ReplyDelete
  28. mantap ga.....membantu sekali ini

    ReplyDelete
  29. nice, very usefull, thx bro.

    ReplyDelete
  30. saya cuma kurang ngerti gimana cara nemu MI yg bagus ya, kalo bank kustodian mungkin sy pilih commonwealth. bisa info pak? thanks..

    ReplyDelete
  31. sama, saya jg gak bgtu ngerti amaknya pilih commonwealth, hehehe

    ReplyDelete
  32. Saya biasanya pilih MI yang punya nama besar dan berkelas internasional, seperti Schroders atau BNP Paribas. Kalau yang kelas nasional, bisa pilih Panin atau Danareksa.

    ReplyDelete
  33. nama saya nabenraj
    saya baru saja ingin mencoba bermain reksadana
    kalau kita ingin bermain reksadana kita mainya diBEJ atau dimana yh mass??

    ReplyDelete
  34. Apakah RD syariah sama untungnya dgn RD konvensional.?

    ReplyDelete
  35. misal'y sya mau invest DCA 10jt untuk tmpo 1 thun minimal dapat keuntungan brpa???trims

    ReplyDelete
  36. Ayo gan di coba...investasi online.
    Gk usah promosi kita sudah dapet bayaran,mau promosi pendapatan jd lebih banyak...sistem investasi jdi kita tinggal tidur...
    Dijamin puas gan...program investasi asli dari amerika sudah banyak yg ikut dan smuanya rata2 puas..

    https://avo.net/?ref=AVO5244098
    https://avo.net/?ref=AVO5244098
    Dan
    http://wealthlot.com/?ref=miessbah
    http://wealthlot.com/?ref=miessbah

    ReplyDelete
  37. saya sering dengar tentang investasi unitlink dan beberapa instrumentnya adalah saham dan obligasi,obligasi ygseperti apa ya pemerintah atau swasta dan minta contoh dong obligasi pemerinah dan swasta itu apa aja yaa

    ReplyDelete
  38. http://www.panin-am.co.id/InvestmentCalculator.aspx

    ReplyDelete
  39. mu nanya u/pemula yang bagus itu pilih yang mana?

    ReplyDelete
  40. betul.. sudah terbukti.. :) uang saya kembali 2x lipat. Teman-teman bisa coba di Bank Commonwealth. :) *bukan promosi. Tapi masih banyak lagi "tempat bermain reksa dana lainnya". Karena ingin praktis, Reksa dana bisa dibeli via online di commonwealth, dan laporan perbulan via letter. Tetapi pencairan harus datang ke kantor cabang terdekat. Pencairan bisa dilakukan di kantor cabang manapun. :) pencairan ke rekening memakan waktu +/- 1 minggu... So selamat bermain.. :)

    ReplyDelete
  41. arikel yg sangat bermanfaat,
    saya mau bertanya, saya pemula dan baru mau buka RD, tp dgn modal yg 100rb, kemana/ ke bank mana saya harus pergi ?
    thanks :)


    kunjungi juga web saya yah :)
    www.shrovetuezday.web.id

    ReplyDelete
  42. Mantap, Bang! Siap untuk memulai...:)

    ReplyDelete
  43. mantap sekali penjelasannya ... saya juga baru coba2 reksadana, tiap hari memantau fluktuasi harga NAB reksadana ..

    ReplyDelete
  44. mau main-main atau mau investasi?
    trims infonya mba :)

    ReplyDelete
  45. artikel yang informatif dan bahasanya mudah dimengerti. mau tanya, apakah di setiap penjualan perdana RD pasti seharga Rp 1000/unit?
    untuk RD Syariah, manakah yang menurut mas anggriawan paling baik untuk saat ini?

    terima kasih.

    ReplyDelete
  46. Jangan berhenti untuk terus berkarya, semoga

    kesuksesan senantiasa menyertai kita semua.

    keep update!model mobil

    ReplyDelete

Thank you for leaving a comment :)